SD Muhammadiyah GKB 2 -Sekolahku Surgaku

SD Muhammadiyah GKB 2 -Sekolahku Surgaku

BerLIAN - Beriman dan berilmu - Sekolah islam unggulan yang terletak di tempat strategis, perum Pondok Permata Suci (PPS) More »

Pendekar Tapak Suci BerLIAN School

Pendekar Tapak Suci BerLIAN School

SD Muhammadiyah 2 GKB memiliki program unggulan yang dikenal dengan program TSD. TSD kepanjangan dari Tapak Suci Day yang dilaksanakan tiap sebulan sekali. More »

Prestasi Internasional Fotografi dari Republik Cheko

Prestasi Internasional Fotografi dari Republik Cheko

44th International Children\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'s Exhibition of Fine Arts Lidice 2016 Honourable Mention from Mr. Ivan Hotek Embassy of Czech Republic - January 26 th. 2017 More »

Student Fair & Show a Force Thematic

Student Fair & Show a Force Thematic

Student Fair & Show a Force Thematic SD Muhammadiyah GKB 2 dengan tema Hari Lingkungan Hidup bersama Kepala UPT Dinas Pendidikan Manyar, Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB, Kepala Sekolah dan Pembina UKS Kec. Manyar More »

Join Us, BerLIAN School

Join Us, BerLIAN School

Mari Bergabung dengan SD Muhammadiyah 2 GKB, Sekolah Karakter, Sekolah Literasi, dan Sekolah Sehat More »

 

Museum Trowulan Jadi Ajang Belajar Siswa Berlian School

Siswa Berlian School memperhatikan benda peninggalan sejarah di Museum Trowulan Mojokerto. (Rif’atut Tamamiyah)

Museum Trowulan perusahaan es krim di Mojokerto menjadi kunjungan belajar siswa Berlian School, Senin (27/1/2020).

Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 5 SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik yang populer disebut Berlian School. Kunjungan ini menyertakan 11 siswa sister school dari SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang.

Rombongan diberangkatkan Kepala Berlian School Mochammad Nor Qomari SSi. Acara ini diikuti 135 siswa terdiri dari 112 siswa dan 9 guru, 11 siswa dan satu guru SD Muhammadiyah 1 Balongpanggang, satu tenaga medis, dan satu polisi.

Di Museum Trowulan, siswa bisa belajar sejarah Kerajaan Majapahit. Pemandu wisata Kak Didik menjelaskan, ini  merupakan museum arkeologi Indonesia. “Museum ini dibangun untuk menyimpan berbagai artefak dan temuan arkeologi yang ditemukan di sekitar Trowulan,” jelasnya.

Diterangkan, Museum Trowulan didirikan pada tahun 1987. Koleksi museum ini kebanyakan berasal dari masa Kerajaan Majapahit yang lengkap. Tetapi juga beberapa artefak peninggalan kerajaan era sebelumnya seperti masa Kerajaan Kahuripan, Kediri, dan Singasari. Museum ini terletak di seberang barat kolam Segaran.

Setelah mendengarkan penjelasan Kak Didik, siswa berkeliling melihat-lihat benda peninggalan sejarah. Ada koin uang, berbagai macam senjata, prasasti, gerabah, model rumah, bahkan bekas permukiman yang terletak di selatan museum.

Setelah menjelajahi museum, siswa ini naik bus berpindah tempat ke perusahaan es krim Aice di kawasan Industri Ngoro Kabupaten Mojokerto. Luas area pabrik es ini 44.125 meter persegi.

Sesampainya di pabrik es krim rombongan siswa disambut oleh Kak Suci dan Kak Evi, pemandu.  Kak Suci menyampaikan, produksi es krim di sini sehari mencapai 200 ton.

“Perusahaan ini berasal dari Singapura, membuka pabrik pertamanya di Indonesia di bawah nama PT Alpen Food Industry dengan sertifikasi tertinggi A-Level Halal pada tahun 2015,” tuturnya.

Siswa kemudian berkeliling pabrik untuk melihat proses produksi es krim. Kebersihan dan kesehatan sangat diperhatikan dalam pembuatan es krim.

Suci menjelaskan, proses pembuatan es krim ada dua tahap. Pertama, pencampuran bahan baku. Kedua proses pembekuan. Setelah itu es krim siap dinikmati. Terakhir acara berfoto bersama di photo boot dan makan es krim sepuasnya.

Gelsi Sharliz Zahira, siswa kelas V Giralda, mengatakan, senang kunjungan ini karena bisa belajar sejarah dan bisa melihat proses pembuatan es krim. ”Seru tadi, bisa tahu proses pembuatan es krim dan makan sepuasnya,” ungkapnya gembira.

Guru pengajar tematik Nur Hayati SPd mengatakan, tujuan field trip ini untuk pengalaman belajar di luar sekolah dan mendapat ilmu baru terkait sejarah dan proses pembuatan es krim. ”Siswa bisa belajar perubahan zat dari cair menjadi padat (membeku),” tuturnya.

Waka Kurikulum Berlian School Rohmawati MPd menjelaskan, field trip kali ini mengajak anak-anak untuk mempelajari dua zaman yang berbeda. Zaman kerajaan Hindu Budha dan zaman milenial yang sedang dialami anak-anak.

Peningggalan Kerajaan Majapahit menunjukkan seni arsitektur khas Hindu Budha di Jawa Timur seperti bangunan candi.

Sedangkan kunjungan ke pabrik es krim, kata dia mengenalkan anak-anak perkembangan teknologi berjalan begitu cepat. Banyak pekerjaan manusia yang sudah digantikan oleh mesin robot.

“Dengan field trip ini, kami  terus memberikan motivasi dan inspirasi bagi siswa untuk melakukan inovasi dan kreativitas dalam mempersiapkan masa depan mereka agar tetap survive,” tandasnya. (*)

Penulis Ria Rizaniyah

Ice Breaking Heboh Gairahkan Raker SD Berlian School

Salah satu ice breaking yang menarik perhatian. (Istimewa)

Ice breaking heboh mewarnai Rapat Kerja dan Gathering SD Muhamamdiyah 2 GKB (Berlian School) di Kota Batu, Sabtu-Ahad (11-12/1/20).

Menurut Kepala muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Mochammad Nor Qomari SSi, kegiatan ini untuk menyatukan kembali visi misi sekolah. “Dengan harapan menambah kekompakan tim dan mempersiapkan diri untuk menyongsong semester II,” ujarnya

Acara yang diikuti kepala sekolah, guru, dan karyawan Berlian School membahas berbagai bidang program, yakni sekretariat, kurikulum, kesiswaan, marketing, dan umum.

Dalam setiap sesi ada jeda ice breaking yang menarik dan menambah semangat peserta raker. Ada tiga kali ice breaking. Pertama dari Ustadzah Mahzumah SPd, game ‘hijau-hitam’. Kedua dari Ustadzah Imro’atus Sa’adah SPd, ‘123 boom’.

Dan yang spesial ice breaking yang dipersembahkan oleh tim umum, pramubakti dan security yang digawangi oleh Anita Rayi. Mereka unjuk gigi, tidak ingin kalah dengan ustad ustadzah dalam raker kali ini.

Anita Rayi yakin ice breaking yang disajikan bisa mencairkan kembali suasana. ”Kami sudah mempersiapkan ice breaking ini sejak sepekan lalu. Kami berharap bisa menambah semangat peserta raker,” ujarnya.

Meski deg-degan, akunya, tapi kami tetap berusaha menampilkan yang terbaik. “Kami nyalakan musik ‘berputar-putar’ dan kami ajak peserta raker berjoget bersama dengan penuh canda tawa,” katanya.

Sie acara Nur Hamidah SPd menyampaikan, panitia menginginkan pengisi acara kali ini dari semua tim. ”Kami berikan kesempatan pada semua tim untuk berkontribusi sebagai pengisi acara, termasuk tim umum, pramubakti, dan security,” ujarnya.

Sementara Rif’atut Tamamiyah SPd, guru tematik kelas V, merasa senang dan terhibur dengan adanya ice breaking tersebut. ”Seru banget. Jadi gak ngantuk lagi dan lebih bersemangat melanjutkan raker,” ucap Koordinator Ekstrakurikuler SD Berlian School ini.

Raker ini diahiri dengan pemberian penghargaan pada beberapa guru dan karyawan Berlian School (*)

Penulis Ria Rizaniyah

Olahraga Zombie ala Berlian School Ini Bikin Tubuh Joss

Guru dan karyawan SD Berlian School sedang berolahraga pagi. (Furdausi Nuzula)

Olahraga Zombie yang dilakukan guru dan karyawan SD Berlian School bikin tubuh joss, karena bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

“Kekuatan otot tungkai kaki dan kekuatan otot paha yang jadi sasarannya,” ungkapnya.

Demikian dikatakan instruktur olahraga SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) Eka Putri Nur Fatmala SPd saat memimpin para guru dan karyawan di Vila Insani Ahad (12/1/20).

Olahraga ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Rapat Kerja Program Sekolah Tahun 2020 SD Berlian School.

Kegiatan diawali pemanasan. Setelah itu dilanjutkan dengan olahraga Zombie dan senam Berlian Bersinar. Iringan musik menambah semangat peserta.

Menurut Eka Putri Nur Fatmala, kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesehatan fisik agar membaik dan seimbang. Sekaligus mengurangi stress dan menaikkan mood. “Walupun cuaca mendung, tidak menggurangi semangat para guru dan karyawan,” ujarnya.

Kepala SD Berlian School Mochammad Nor Qomari SSi berharap kegiatan ini dapat dilakukan setiap pagi secara mandiri di rumah masing-masing supaya kesehatan tetap terjaga.

“Alahmudlillah semuanya antusias dan kompak. Didukung dengan suasana yang sejuk, nyaman, tenang sehingga menambah semangat pagi” ujarnya.

Salah satu peserta Nur Hayati SPd mengaku sudah lama saya tidak mengikuti senam semacam ini. Dengan senam seperti ini dia mengaku tubuhnya terasa ringan dan segar kembali.

“Alhamdulillah tubuh saya menjadi bugar dan tambah semangat,” akunya.

Dia berharap kegiatan ini dapat dilakukan rutin setiap pekan agar kebugaran dan kesehatan warga sekolah tetap terjaga. “Serta mendukung pembelajaran,” ujarnya. (*)

Penulis Fiska Dwi Puspa Arinda