SD Muhammadiyah GKB 2 -Sekolahku Surgaku

SD Muhammadiyah GKB 2 -Sekolahku Surgaku

BerLIAN - Beriman dan berilmu - Sekolah islam unggulan yang terletak di tempat strategis, perum Pondok Permata Suci (PPS) More »

Pendekar Tapak Suci BerLIAN School

Pendekar Tapak Suci BerLIAN School

SD Muhammadiyah 2 GKB memiliki program unggulan yang dikenal dengan program TSD. TSD kepanjangan dari Tapak Suci Day yang dilaksanakan tiap sebulan sekali. More »

Prestasi Internasional Fotografi dari Republik Cheko

Prestasi Internasional Fotografi dari Republik Cheko

44th International Children\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\\'s Exhibition of Fine Arts Lidice 2016 Honourable Mention from Mr. Ivan Hotek Embassy of Czech Republic - January 26 th. 2017 More »

Student Fair & Show a Force Thematic

Student Fair & Show a Force Thematic

Student Fair & Show a Force Thematic SD Muhammadiyah GKB 2 dengan tema Hari Lingkungan Hidup bersama Kepala UPT Dinas Pendidikan Manyar, Pimpinan Cabang Muhammadiyah GKB, Kepala Sekolah dan Pembina UKS Kec. Manyar More »

Join Us, BerLIAN School

Join Us, BerLIAN School

Mari Bergabung dengan SD Muhammadiyah 2 GKB, Sekolah Karakter, Sekolah Literasi, dan Sekolah Sehat More »

 

BerLIAN Pop Pop Boat Challenge 2019

IMG-20191008-WA0000543
Hai teman-teman …
Sudah pada kenal dengan perahu otok-otok kan!
Siapa yang masih ingat dengan mainan masa kecil dulu.
Mainan tradisional ini menggunakan prinsip tekanan uap air yang di panaskan oleh api.
Pengen tau cara buatnya?
Yukk ikutan workshop dan lomba Pop Pop Boat Challenge.
Kapan lagi bisa ikutan challenge kereen ini, sekarang saatnya berkreasi ikuti workshop sekaligus lombanya.

Challenge ini terbuka untuk seluruh siswa kelas 3-6 jenjang SD/MI Se-Kabupaten Gresik.

Ayuukkk Daftarkan segera di No. WA : 0895 1960 1234
atau Isi Formulir Pendaftaran link dibawah ini
http://bit.ly/DAFTARPOP2BOAT

Setelah mengisi Formulir pendaftaran harap konfirmasi ke No. WA : 0895 1960 1234

Strategi Positif Menguatkan Perilaku Anak

Ditulis oleh : Sayyidah Nuriyah, S.Psi

Guru BK SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik

Kadang kita dihadapkan pada perilaku anak yang membuat geleng-geleng kepala, ya. Saat anak menunjukkan perilaku yang kurang kita inginkan, bagaimana kita menyikapinya? Pernahkah kita langsung mengancam anak dengan harapan ia berhenti menunjukkan perilaku yang mengganggu tersebut?

Teman-teman, mungkin sudah tahu bahwa dengan kita menyikapi anak secara positif, maka anak dapat mengurangi perilakunya yang tidak kita inginkan. Selain itu, kita juga dapat mendukung anak belajar menunjukkan perilaku baru yang lebih sesuai dengan harapan kita. Nah, berikut ini beberapa tips agar kita dapat mendorong anak menunjukkan perilaku yang diharapkan.

1. Kita bisa memberikan tanda peringatan yang telah disepakati bersama sejak awal, tanda yang menunjukkan bahwa anak sedang berperilaku yang tidak diharapkan. Misalnya dengan melihatnya sambil menggelengkan kepala. Jika anak mengabaikan tanda ini, kita sebagai guru bisa mendekati anak sambil menjelaskan di dekatnya.

2. Tapi kadang anak memang sengaja menunjukkan perilaku mengganggu teman/guru didekatnya agar mendapat perhatian, sehingga memberikan tanda peringatan/mendekatinya akan memperkuat perilaku mengganggunya. Wah bukannya berhenti, malah menjadi-jadi ya perilakunya.

Jadi cara terbaik menghadapinya adalah dengan mengabaikannya, agar anak belajar bahwa perilaku mengganggunya tidak bisa digunakan untuk menarik perhatian. Mungkin awalnya susah mengabaikan karena mengganggu ketenangan disekitarnya, tetapi perilaku mengganggunya akan berkurang secara perlahan.

Sikap mengabaikan ini kurang sesuai untuk perilaku yg benar2 sangat mengganggu, berbahaya, pertengkaran dengan anak lain dan ketika anak2 lainnya merespon perilaku mengganggu yang sedang kita coba abaikan. Sikap mengabaikan ini juga kurang sesuai diterapkan seiring bertambahnya usia anak.

3. Mendisiplinkan anak secara privat (tidak langsung di depan teman2nya) bisa membuat anak lebih nyaman menerima pemahaman tentang perilakunya. Hal ini juga menghindari anak tersebut bangga menunjukkan ke teman2nya bahwa ia bisa tidak mematuhi perintah gurunya.

4. Fokus menjelaskan kepada anak tentang hasil positif yang bisa ia peroleh ketika ia menunjukkan perilaku yang tepat. Biasanya mungkin kita fokus pada perilaku mengganggu yang anak tunjukkan ya? Memang lebih mudah jika kita mengingatkan anak dengan menyebutkan perilaku mengganggunya beserta dampak negatifnya… Tapi fokus menyatakan secara jelas perilaku yang tepat, akan lebih membantu anak menunjukkan perilaku yang kita harapkan itu. Misal nih, “Kalau kamu bisa fokus dan selesai menulis poin 1-8, kamu bisa lanjut istirahat dan pulang sama teman-teman lainnya”  bukannya “Kalau kamu belum selesai nulis, kamu tetep disini sampai selesai, gak boleh istirahat!”. Tetap kita berikan pujian untuk sekecil apapun peningkatan perilaku positifnya ya.

Bagaimana ibu-bapak guru, adakah yang sudah diterapkan selama ini? Tetap semangat melanjutkan ya, jika belum mari kita coba bersama-sama ^_^

Efektif Meningkatkan Keterampilan Bahasa Anak

I Love Monday

Oleh : Sayyidah Nuriyah, S.Psi

(Guru BK BerLIAN School)

Teman-teman, khususnya para guru tentu tahu bahwa keterampilan bahasa adalah gerbang berbagai info dan pengetahuan, sehingga mengoptimalkan perkembangan bahasa anak sangat penting agar mereka bisa belajar, berkomunikasi, membangun relasi dan memahami dunia sekitarnya. Keterampilan bahasa ada yg berupa kemampuan menerima (reseptif) dan mengekspresikan (ekspresif) bahasa lisan.

Salah satu cara untuk menstimulasi perkembangan bahasanya, seperti memperkaya perbendaharaan kata dan melatih kemampuan mengingatnya, adalah dengan membacakan buku. Seperti yang sudah ada pada kegiatan kita di sekolah, contohnya kegiatan I Love Monday, kita tentu sudah biasa membacakan buku pada anak-anak dan juga dikegiatan pembelajaran lainnya.
Ternyata ada 2 jenis proses pembacaan buku:
1. Monologis: membacakan bacaan sesuai yang tertulis pada teks tanpa ada jeda untuk berinteraksi secara verbal dengan anak.

2. Dialogis: melibatkan anak dalam pembacaan cerita dengan melempar pertanyaan atau pernyataan yang interaktif kepada anak.

Berdasarkan hasil penelitian Simsek dan Erdogan (2015), membacakan secara dialogis terbukti lebih efektif meningkatkan keterampilan bahasa ekspresif dan reseptif pada anak, sedangkan cerita yang disampaikan secara tradisional (monologis) cenderung tidak menghasilkan perubahan berarti pada keterampilan bahasa anak.

Pada pendekatan cerita secara monologis, anak tidak mendapat kesempatan untuk benar-benar terlibat dalam cerita. Mereka hanya pasif mendengarkan apa yang disampaikan oleh pencerita.

Sedangkan metode bercerita secara dialogis memberikan kesempatan pada anak untuk mengekspresikan apa yang mereka pikirkan dan mendorong anak untuk terlibat secara aktif. Ustad/zah, hal inilah yang dapat memfasilitasi anak mengembangkan keterampilan berbahasanya.

Nah, teman-teman khususnya para guru di BerLIAN School mari kita bersama-sama budayakan membacakan buku pada anak secara dialogis yaa.

Selamat membiasakan di kegiatan I Love Monday dan kegiatan literasi lainnya.
Tetap semangat mencintai dan menemani putra-putri kita belajar dan berproses di Sekolah !