Category Archives: IKWAM

KIP: “Kasih Ibu, Bagai Sang Surya Menyinari Dunia”

BerLIAN School – “Nak.., Engkau anak yang jenius, sekolah belum cukup baik untuk mendidik anak yang hebat seperti kamu. Mulai saat ini ibu yang akan mendidik kamu”.  Itulah sepenggal kalimat yang keluar dari lisan seorang ibu hebat kepada anaknya. Seorang ibu yang sangat memahami perasaan anaknya, mengasihi dan menyayanginya sepenuh hati. Disaat anaknya dicemooh temannya karena dianggap anak idiot. Siapa lagi kalau bukan Si Thomas Alfa Edison dan Ibundanya.

Saat itulah ibunya mengambil peran yang sangat besar dalam kehidupan Alfa untuk mengantarkan anaknya menjadi penemu besar dunia. Penemu bola lampu.

“Kalimat di atas merupakan ungkapan seorang ibu yang tidak ingin melihat mental anaknya jatuh karena keterbatasan yang ada pada anaknya” Kata Ustadz Munahar S. HI. C.STMI dari Griya Parenting dalam acara Kajian Islamic Parenting (KIP).

KIP merupakan kerja sama sinergis antara  SD Muhammadiyah 2 GKB dengan IKWAM SD Muhammadiyah 2 GKB. Dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2018 di Aula BerLIAN School. Acara ini bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan parenting kepada wali siswa kelas 6.

Kajian yang bertema ” Kasih ibu, bagai sang surya menyinari dunia” dibuka oleh Ustadz Syayid Suhur, M. PdI selaku wakil kepala sekolah bidang umum. Dalam sambutannya dia menyampaikan“Didiklah anakmu sesuai zamannya”. Maknanya sebagai orang tua, kita harus bisa memahami perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman dalam mendidik anak.

WhatsApp Image 2018-10-20 at 13.31.26

Satu hal penting yang menjadi pesan ustadz munahar kepada wali siswa yang hadir. Seringlah membelai daerah pre frontal cortex otak (daerah ubun-ubun sampai dahi) anak, ini akan memberikan dampak kedekatan  orang tua dan anak. Daerah tersebut akan memberikan kemampuan pengendalian diri pada anak dalam bersikap dan bertindak.

WhatsApp Image 2018-10-20 at 12.20.02

Sebagai penutup dalam penyampaian ustadz Munahar, beliau memberikan 5 tips agar pre frontal cortex otak anak berkembang baik yaitu:

  1. Ajarilah banyak bersujud. Artinya sebagai muslim kita diajarkan sholat 5 waktu dan sholat tahajud sebagai tambahan supaya bagian otak tersebut berkembang baik karena darah akan tersuplai ke otak.
  2. Ajari membaca Al-Quran. Bacaan Alquran akan mencerdaskan otak dan akan melembutkan hatinya.
  3. Ajari berpuasa. Berpuasa akan meningkatkan kesehatan tubuh dan otak.
  4. Ajari Bersedekah. Senyum adalah sedekah paling murah. Senyum akan meningkatkan kekebalan tubuh dan kesehatan tubuh.
  5. Do’a kedua orang tua. Do’a orang tua adalah pembuka pintu keberhasilan anak-anak kita.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan yang sangat positif dari ketua IKWAM BerLIAN School yaitu bunda Rafan, wali siswa kelas 6 Ali. Bunda Altaf pun menyampaikan.” Ini adalah pengalaman yang sangat berharga dalam mendidik anak di rumah.”(admvic).

WhatsApp Image 2018-10-20 at 13.31.13

Peringatan Hari Kartini Menumbuhkan Rasa Bangga Siswa-siswi BerLIAN School Sebagai Anak Indonesia Yang BerBudaya

BerLIAHari Kartini berlian schoolN School-Peringatan Hari Kartini SD Muhammadiyah 2 GKB mengusung tema “Kami Bangga Menjadi Anak Indonesia yang Kaya dengan Keragaman budaya” berjalan meriah. Kegiatan Hari Kartini dimulai dengan pawai keliling Perumahan Pondok Permata Suci serta membagikan stiker berisi ucapan “Selamat Hari Kartini”. Kegiatan ini dimaksudkan untuk menginspirasi anak-anak agar mengenal dan cinta pakaian adat yang berbeda-beda.

kegiatan tersebut diadakan atas kerja sama BerLIAN School dengan Ikwam (Ikatan Wali Murid).  Selain pawai, acara diisi dengan aneka lomba yang bernuansa literasi. Ada lomba membuat cerpen, membaca puisi, membuat syair, dan mendongeng bersama orangtua.,

Untuk lomba mendongeng, baru kali pertama diadakan oleh sekolah berjuluk Berlian School ini. “Salah satu tujuan dari mendongen bersama orangtua adalah membangun chemistry bersama anak,” ujar Rulliana Sarosa Ketua Ikwam.

Menurut dia, kebersamaan ini perlu dibangun karena sebagian orangtua bekerja di kantor-kantor sehingga waktu bersama anak masih kurang.

Selain lomba-lomba tersebut, sekolah yang telah memulai untuk menjadi sekolah literasi ini juga mengadakan infak buku.

Setiap siswa dan orangtua diperbolehkan untuk infak buku apa saja untuk kelasnya masing-masing. “Tentu buku-buku tersebut akan kami sortir sesuai dengan bacaan anak-anak. Hasil dari infak buku ini akan kami tempatkan di perpustakaan kelas,“ tutur Koordinator Perpustakaan Eka Nur Lailiyah. (Anam)

Giatkan Budaya Membaca melalui Lomba Perpustakaan Kelas

WhatsApp Image 2018-03-10 at 11.53.41BerLIAN School – Membaca merupakan suatu kegiatan yg sangat penting dan memiliki banyak manfaat, tentunya budaya membaca perlu adanya pembiasaan agar siswa terbiasa membaca buku.  Oleh karena itu, untuk menggiatkan minat baca  Siswa BerLIAN School, melalui event “one day thematic” mengadakan lomba perpustakaan kelas, yang bekerja sama dengan IKWAM (ikatan wali murid)  pada hari sabtu, (27/01/2018).

 

Rohmawati, M.Pd selaku wakil kepala sekolah bidang kurikulum menyapaikan, “tujuan dari adanya lomba perpustakaan kelas tentunya untuk meningkatkan minat baca warga sekolah, khususnya siswa”.

Dalam lomba kali ini sebagai best of the best telah diraih oleh kelas VI Utsman Bin Affan dengan tema “Solar System Library”.

WhatsApp Image 2018-03-12 at 09.23.42

 

Dalam lomba tersebut ada 4 indikator yang menjadi pedoman penilaian para juri, diantaranya : layout, ragam buku, kreativitas dan kelengkapan administrasi.

Dalam acara lomba kali ini sebagai juara umum diraih oleh kelas VI Utsman Bin Affan.

Iin Sulistiorini, selaku ikwam dari kelas VI Utsman Bin Affan menyampaikan “kami mengaku senang karena menjadi Juara Umum Lomba Perpustakaan Kelas, dan sangat mendukung agar anak-anak mencintai buku”.

 

WhatsApp Image 2018-03-12 at 09.23.40

Salah satu juri dalam perlombaan tersebut menuturkan “ini adalah sebagai langkah awal untuk menggiatkan kegiatan membaca di kelas, dan support yg luar biasa dari wali murid tentunya memiliki nilai lebih, karena tidak semua sekolah memiliki daya juang yang tinggi untuk menggerakkan budaya literasi, khususnya membaca buku “.(lail/admvc)

 

WhatsApp Image 2018-03-12 at 09.23.41