Guru Berlian sedang menyajikan menu ramah-tamah (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Perjuangan Ikwam Berlian di Balik Sajian Spesial Smile; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Tak ada habisnya mengenang kisah manis perjuangan Ikatan Wali Murid (Ikwam) mendukung hadirnya nuansa kekeluargaan Silaturrahim dan Milad Ke-13 SD Muhammadiyah 12 GKB Berlian School (Smile) yang berlangsung Senin (9/5/22).

Salah satu kenangan mendebarkan datang dari Ketua Ikwam Berlian School Amilatun Nadhifah, wali siswa Azzalea Azzahra kelas II an-Naml. Dengan semangat, ia menceritakan peristiwa tepat pada malam H-1 kegiatan alias Ahad (8/5/22) malam.

Untuk hari spesial Berlian School, dia ingin Ikwam menyajikan menu utama dan pendamping yang spesial pula. Memesan makanan dalam jumlah banyak di tengah Syawalan itu menjadi tantangan tersendiri. Alhasil, ia sempat cemas saat memilih dan memesannya.

Berburu siomay pun dia usahakan. “Waduh orangnya ditelepon nggak diangkat-angkat,” ujar Umik Fiza—sapaan akrabnya—mengingat kembali situasi dag-dig-dug malam itu.

Maka dia langsung berusaha menghubungi penjual makanan lainnya. Salah satu penjual soto kikil terkemuka pun dia hubungi. Sayang, sang penjual menyatakan tak bisa hadir membawa rombongnya ke Berlian School.

Akhirnya, setelah menghubungi beberapa penjual lainnya, pilihannya jatuh ke bakso. “Bismillah,” ujarnya dalam hati. Itupun dia pusing karena sang penjual awalnya menyatakan tidak bisa menyajikan bakso pada jam pagi sesuai yang dia minta.

Amilatun Nadhifah (kedua dari kanan). Perjuangan Ikwam Berlian di Balik Sajian Spesial Smile (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Negosiasi

Mendengar sang penjual baru bisa menyajikan jam 09.00, dia mencoba negosiasi, “Waduh, Bu, jam 09.00.acara saya sudah selesai. Kalau lebih pagi bisa? 08.30 bisa ya? Tim saya berangkat ke sana jam 08.00.” Sang penjual pun sepakat.

Maka jam 08.00 pagi, dua timnya berangkat diantar sopir Berlian School Main Rudiono. Saat jam 08.30 kedua timnya belum juga tampak tiba di Berlian School, Umik Fiza kembali deg-degan. “Saya sudah nggak konsentrasi di atas (di Aula Berlian),” ungkapnya.

Beberapa saat kemudian, mendengar tim penjemput bakso spesial itu datang, dia langsung bergegas turun menghampiri dengan perasaan lega. Saat itu, acara di Aula masih berlangsung. Artinya, ada cukup waktu untuk menyiapkan sebelum agenda penutup berupa ramah-tamah dimulai.

Gayung bersambut, giliran beberapa guru yang dag-dig-dug menyajikannya. Umik Fiza kembali dibuat takjub ketika empat ustadzah Berlian School mengenakan apron bermotif bunga langsung sigap menyiapkannya di Kantin Bintang Berlian. Mereka berburu waktu menata menu spesial itu di meja panjang.

Mereka adalah Dwi Martini MPd, Ellies Rahmawati SPd, Riva Faizati SSi, dan Ghaisani Intan Martikasari Fajrin SSi. Keempatnya spontan berbagi tugas. Ada yang menata buah-buahan dan minuman di meja, ada yang membuat pincuk daun pisang, ada pula yang meracik beberapa bahan di mangkuk. Tangan mereka terampil dan cepat menata seluruhnya.

Tepat ketika para guru, Ikwam, dan tamu undangan selesai bersalaman, menu utama nasi urap campur dan menu pendamping bakso itu siap tersaji. Meski sempat bikin deg-degan, semua berlangsung tepat waktu. Begitulah sebagian perjuangan di balik terciptanya suasana kekeluargaan yang akrab. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News