Siswa membentuk formasi 13 (milad ke-13) dan bendera merah putih usai menyimak pesan motivasi Nency Septriyana (Istimewa/PWMU.CO)

Mau Jadi Apapun, Dokter atau Youtuber, Rajinlah Membaca; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Akan menjadi apapun kalian, jadikan gemar membaca buku sebagai awalannya. Mau jadi dokter, insinyur, youtuber, jadikan rajin membaca buku sebagai aktivitas yang utama.

Demikian pesan Kepala Perpustakaan Rumah Pelangi Nency Septriyana SKM kepada siswa SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School), dalam peringatan Hari Buku Nasional Selasa (17/5/22) pagi.

Mulanya, Nency—sapaan akrabnya—mengisahkan seorang anak laki-laki berusia sebelas tahun yang tinggal di Serang, Banten. “Suatu ketika dia berjalan-jalan ke alun-alun. Di sana dia menonton atraksi tentara yang sedang terjun payung,” ujarnya.

Kata Nency, anak itu terpesona dengan atraksi yang dia lihat. Mulutnya berdecak, matanya tak henti mengedip. Sepulangnya dari sana, karena masih terbawa, dia mengajak teman-teman di kampungnya bermain perang-perangan.

Untuk memilih pemimpin dari prajurit kecil itu, diadakan sebuah tes. Siapa yang berhak jadi panglimanya? “Yang bisa terjun dari atas pohon paling tinggi, dia jadi pemimpin!” ujar Nency penuh semangat. Dia lantas memperingatkan agar siswa tidak mencontoh tindakan berisiko itu.

Setelah naik pohon setinggi dua meter dan terjun, ternyata mereka semua lolos. Lalu mereka meningkatkan tantangannya menaiki pohon setinggi tiga meter. Lolos lagi. Tapi sampai di ketinggian empat meter, anak laki-laki itu terpeleset dan jatuh hingga tangannya patah.

Akhirnya tangan kiri anak itu harus diamputasi. Dia sedih. Lalu ayahnya memberi semangat agar dia terus banyak membaca dan menjadi orang yang sukses.

Anak itu mematuhi pesan ayahnya. Dia rajin membaca apapun yang ada di rumahnya. Bahkan bungkus makanan pun dia baca. “Tahukah adik-adik siapa orang itu? Dia adalah Gol A Gong!” ungkapnya.

Bisa Apapun dengan Membaca 

Agar mengetahui lebih dalam tentang kehidupan Gol A Gong yang penuh inspirasi, Nency mengimbau siswa untuk membaca biografi, riwayat hidup, dan motivasi hidupnya.

Menurutnya, pesan yang ayah Gol A Gong sampaikan memang luar biasa. “Karena dia rajin membaca, dia menjadi penulis. Tahun ini dia menjadi duta baca menggantikan Najwa Shihab,” imbuh Nency.

Nency lantas bertanya retorik, “Saya tidak ingin menjadi penulis atau duta baca. Saya ingin jadi pemain bola. Apakah perlu membaca?” Dia menegaskan, “Jadi apapun kalian perlu membaca!”

“Teman-teman tahu tendangan pisang? Yang bisa memutar seperti pisang. Itu ada tekniknya. Itu bisa kalian dapatkan dari buku-buku di perpustakaan. Coba nanti dicari siapa tokoh pemain bola yang gemar membaca!” imbaunya kepada siswa yang duduk khusyuk menyimak kisahnya.

“Apapun yang ingin kita ketahui, cari di buku. Apapun cita-cita kalian, mari kita mulai dengan aktivitas rajin membaca buku. Alhamdulillah di sekolah juga ada tempat kondusif untuk membaca dan memfasilitasi buku bacaan,” tambahnya.

Dia menegaskan, membaca jadi asupan sehat bagi otak. Ibarat air, kalau ilmunya sedikit, maka air yang bisa dituangkan dalam gelas juga sedikit. “Tapi kalau ilmu yang kita miliki seluas samudra, maka kita bisa melakukan banyak hal. Memberikan kontribusi besar kepada masyarakat!” terangnya.

Nency lantas mencontohkan tokoh Buya Hamka yang punya keilmuan luar biasa karena kegemarannya membaca. Sehingga setiap kata-kata dan tulisannya bermanfaat dan memberi motivasi kepada orang lain.

“Buya Hamka sudah menulis 80 buku dan menguasai berbagai macam bahasa. Belum ada internet saat itu. Jadi belajarnya dengan membaca buku,” jelas Nency.

Begitupula dengan BJ Habibie. “Eyang Habibie dalam sehari menghabiskan waktunya untuk membaca selama 7,5 jam,” imbuhnya.

Nency Septriyana SKM memotivasi siswa Berlian School (Anita Firlyando/PWMU.CO)

Buku Vs Gadget 

Nency mengungkap, ciri-ciri orang sukses itu rajin. “Bisa mengalahkan rasa malasnya. Ketika kita malas, tetap paksakan diri untuk ke perpustakaan dan membaca!” tuturnya.

Menurutnya, sebagai awalan, tidak perlu membaca buku yang isinya tulisan semua. Dia menyarankan untuk memulai dengan buku bergambar.

“Lihat dulu gambarnya, di bolak-balik lembarnya. Kalau ada yang menarik dan ingin diketahui, tanyakan. Tanya ke ustad ustadzah (di sekolah) atau ayah bunda di rumah,” sarannya.

Sambil mengingatkan mereka masih dalam tahap pertumbuhan, Nency berpesan, “Semangat membaca buku! Buku jangan dikalahkan dnegan gadget!”

Menutup motivasinya, Nency menyampaikan, “Bunda berdoa, semoga adik-adik menjadi pemimpin yang bermanfaat, jujur, amanah, bisa membanggakan para ustadz-ustadzah yang ada di sini.”

Peringatan Hari Buku Nasional yang masih berdekatan dengan hari Milad Ke-13 Berlian School mendorong inisiatif keluarga Berlian School untuk menyemarakkan dengan pembentukan formasi 13 sesuai usianya kini. Di mana formasi ini diapit dengan formasi bendera merah putih.

Harapannya, Berlian School dengan semangat Sekolah Literasinya di usia yang ke-13 ini bisa semakin membawa prestasi anak Indonesia semakin bersinar. “Generasi Berlian juga bisa membawa nama baik Indonesia di kancah dunia,” imbuh Wakil Kepala bidang Kesiswaan Khoiro Numsyah SPd. (*)


Category: News

Tags: ,