Lukisan Syaif Ali Agung Prayoga yang mendapat penghargaan Honourable Mention di The 50th ICEFA Lidice 2022 (mdvv-lidice.cz)

Dua Siswa Berlian Kembali Raih Penghargaan Internasional Icefa Lidice; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Dua siswa SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) kembali mengukir prestasi di ajang The 50th International Children’s Exhibition of Fine Arts Lidice (ICEFA Lidice) 2022. Ialah Rei Rosyaila Roxanne Rosyadi dan Syaif Ali Agung Prayoga yang lukisannya berhasil meraih penghargaan Honourable Mention.

Kabar gembira ini mulanya datang dari sang pembina OST (ekstrakurikuler) Melukis Berlian School Drs Pudji Hari. Pria yang pernah menyabet medali emas pada “Jawaharlal Nehru Award” India tahun 1979 itu menyampaikan kemenangan Roxanne dan Yoga melalui WhatsApp. Mengingat, keduanya sedang mendapat giliran Pembelajaran Jarak Jauh (12/5/22).

Pameran internasional yang tahun ini mengangkat tema Museum itu diikuti 14.527 anak dari 77 negara di seluruh dunia. Pudji—sapaan akrabnya—bersyukur, usai dua kali mencoba mengirim karya pada tahun-tahun sebelumnya, akhirnya karya Roxanne dan Yoga mampu memikat para dewan juri hingga menembus ketatnya persaingan positif di sana.

Dari Indonesia, hanya ada lima karya—termasuk karya Roxanne dan Yoga—yang lolos mendapat penghargaan. Menurut Pudji, kesuksesan ini tak lepas dari ketekunan Roxanne maupun Yoga berlatih dan juga dukungan orangtua mereka. “Anaknya rajin, orang tua memotivasi terus-menerus,” ungkapnya.

Lukisan Rei Rosyaila Roxanne Rosyadi yang mendapat penghargaan Honourable Mention di The 50th ICEFA Lidice 2022. Dua Siswa Berlian Kembali Raih Penghargaan Internasional Icefa Lidice (mdvv-lidice.cz)

Langganan Dapat Penghargaan

Sejak 2014, Berlian School langganan mencetak prestasi di ajang tahunan ini. Hingga 2022, sudah terhitung tujuh penghargaan yang siswa Berlian School raih. “Saya ikutkan siswa dari tahun 2014-2022, alhamdulillah selalu dapat penghargaan. Pernah (mendapat) Medal pada tahun 2014.
Yang lain Honourable Mention,” ungkap Pudji.

Siswa Berlian School yang pertama sukses mendapat medal di ajang itu adalah M Wahyu Ramadhan (2014) dengan karya fotografinya. Kemudian, diikuti Amalia Fairuz Agustine pada tahun 2015 dan 2016 yang meraih penghargaan Honourable Mention.

Pada tahun 2018, giliran lukisan Chivenigen Ceaser Cynglung dan Raisya Syarif Salwa Dewi yang sukses memikat dewan juri. Kemudian pada tahun berikutnya, Amalia Fairuz Agustine kembali mencetak penghargaan untuk karya fotografinya.

Selanjutnya, pada tahun 2020, Amel—panggilan akrab Amalia Fairuz Agustine—lagi-lagi sukses bersaing dengan ribuan karya yang masuk. Kali ini, karya film M Awan Arya Rabbani pun menoreh penghargaan mewakili Indonesia.

Pada tahun 2021, jerih payah Asyifa Putri Ghaisani terbayar dengan raihan penghargaannya. Kisah selengkapnya bisa dibaca di sini  https://pwmu.co/218465/12/02/tiga-karya-siswa-mugeb-school-dapat-penghargaan-dubes-ceko/2/.

Melihat tren prestasi di ajang internasional ini, semoga siswa Berlian School konsisten mempertahankan semangat juangnya di setiap kompetisi.  (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News