Zona literasi kelas 2 An-Nahl SD Muhammadiyah 2 GKB dalam lomba zona literasi. Kreativitas 24 Zona Literasi Berlian School Bikin Juri Terpukau (dokumentasi SD Muhammadiyah 2 GKB)

Kreativitas 24 Zona Literasi Berlian School Bikin Juri Terpukau, Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Fatma Hajar Islamiyah.

PWMU.CO – Menyongsong Milad Ke-13, SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik konsisten mewujudkan visinya sebagai sekolah literasi. Melalui Sayembara Zona Literasi ke-3 yang digelar sejak Jumat hingga Ahad (1-17/4/22), sekolah ini memassifkan gerakan literati yang nyata.

Pojok Baca ialah bagian penting implementasi gerakan literasi sekolah yang menjadi program Kemendikbudristek. Literasi juga mendapatkan perhatian khusus dalam dunia pendidikan. Ruang lingkupnya yang luas serta bersifat eksploratif menjadikannya sebagai salah satu pintu keluasan pemikiran dan pengetahuan siswa.

Di Berlian School, Zona Literasi mewujud dalam 24 Pojok Baca yang tersebar di setiap kelas. Mulai kelas satu hingga enam, terbangun zona literasi dengan suasana yang berbeda. Uniknya, masing-masing kelas memiliki tema selaras dengan nama kelasnya.

Beragam Tema Unik

Di kelas I, temanya bernuansa Asmaul Husna. Yaitu ar-Rahman, al-Malik, as-Salam, dan al-Aziz. Sedangkan kelas II mengangkat tema nama hewan dalam al-Quran. Yaitu al-Fiil, an-Naml, an-Nahl, dan al-Jamal.

Tema di kelas III mengadaptasi nama-nama negara. Yaitu Jepang, Korea Selatan, Qatar, dan Singapura. Kelas IV memakai tema tokoh ilmuwan Muslim seperti al-Battani, al-Farabi, al-Jazari, dan al-Kindi.

Di kelas V, mengangkat tokoh Muhammadiyah seperti Ahmad Dahlan, Buya Hamka, Faqih Usman, dan Mas Mansyur. Sedangkan kelas VI bernuansa nama gunung seperti Fuji, Bromo, Everest, dan Himalaya.

Dengan adanya Pojok Baca beraneka tema, siswa bisa merasakan nuansa membaca yang berbeda. Meski, mereka hanya duduk dan membaca buku di pojok ruang kelasnya. Misalnya, seperti sedang berada di Qatar, dikelilingi gedung-gedung tinggi dengan teknologi yang canggih.

Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Fauzuddin Ahmad saat menyampaikan sambutan (Fatma Hajar Islamiyah/PWMU.CO)

Apresiasi Juri

Seperti yang salah satu juri Lomba Zona Literasi rasakan, yaitu Founder Perpustakaan Rumah Pelangi Nency Septriyana SKM. Sepulangnya dari Berlian School, wanita yang akrab disapa Nency itu membagikan kesan dan temuan menariknya tentang Zona Literasi di grup WhatsApp Rumah Pelangi Gresik, Selasa (19/4/22).

Dia terkesan dengan nuansa dan pengetahuan di luar pembelajaran yang tersaji secara kreatif di sana. “Di Pojok Baca ini kita bisa mendapatkan informasi banyak tentang Hamka. Biografi, pemikiran, dan karya-karyanya. Sosok yang sangat literat!” tulisnya disertai emoticon antusias.

Kesan kelas III Korea Selatan juga masih melekat di benaknya. “Ingin tahu lebih banyak tentang Korea Selatan? Kalian bisa mengunjungi pojok baca ini!” tulisnya di bawah foto Pojok Baca tersebut.

“Di sini ada info tentang lebah dan madu. Duduk di sini bisa menambah banyak pengetahuan,” tambahnya di grup para pejuang literasi itu sambil membagikan foto penampakan Pojok Baca kelas II an-Nahl serba kuning khas lebah.

Hal ini langsung memantik para anggotanya mengapresiasi. Misalnya Wakil Ketua Forum Lingkar Pena Jawa Timur Chairi Sulaiman. Dia menyatakan keren sambil memberi emoticon jempol. Begitu pula pegiat literasi Endang Riana. Dia berkomentar, “Sangat kreatif! (Jempol) (Jempol)”

Mendapat tanggapan positif dari para anggotanya, Nency lanjut menyampaikan, beberapa foto yang dia bagikan hanya mewakili sebagian kecil saja. “Yang lainnya masih banyak, bagus, dan unik!” ungkapnya.

Kesan Juri

Selain Nency, Berlian School juga menghadirkan dua juri yang berkompeten di bidangnya. Ialah Kiswanto Founder Mutiara Rindang dan pegiat literasi Ichwan Arif MHum.

Ketiga juri berkeliling sejak pukul 08.40 WIB. Mereka mengunjungi satu per satu zona literasi sambil mengajukan beberapa pertanyaan kepada Koordinator Kelas dari Ikatan Wali Murid Berlian School yang sudah menunggu di sana.

Menurut Ichwan Arif, kegiatan zona literasi ini tidak hanya mampu membangkitkan daya kreatif dari segi dekorasi. Tetapi juga telah menjadi jalan tumbuhnya keberdayaan dalam membaca dan memperluas informasi.

“Yang menarik adalah zona literasi per level kelas berbeda-beda, sesuai dengan nama kelasnya. Tema itu diulas dalam bentuk tulisan maupun kreativitas hiasannya,” ungkap guru Spemdalas itu.

Selain memberi sentuhan kreativitas dan keindahan, kegiatan ini juga memunculkan daya literasi. Di mana, pada beberapa Zona Literasi ada suguhan informasi tertulis tentang tema yang diusung.

Sehingga, Pojok Baca itu menjadi tempat nyaman untuk membaca sekaligus mendorong siswa mengetahui hal-hal penting terkait tema zona literasinya. Perpaduan suguhan penampilan, konten buku, maupun muatan informasi itulah nilai setiap zona literasi yang sukses membuat para juri terpukau. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni/SN


Category: News