Wakil Kepala Berlian School Aditama SPdI (kiri) bersama penerima Kado Ramadhan dari Panti Asuhan dan Yayasan Muhammadiyah Mojopuro Bungah Ikhsan (kanan) dan anaknya. Berlian School Berbagi Kado Ramadhan bersama Lazismu (Istimewa/PWMU.CO)

Berlian School Berbagi Kado Ramadhan bersama Lazismu; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Paket parsel yang terkemas rapi dalam tas berwarna oranye dan putih khas Lazismu berjajar di sekitar taman SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Parsel itulah Kado Ramadhan yang siap dibagikan sekolah bersama Lazismu GKB kepada siswa dan yayasan binaan Lazismu, Jumat (22/4/22) pagi.

Penanggung jawab kegiatan Muhammad Hariyadi MPd menyatakan, pembagian Kado Ramadhan gelombang pertama itu menyasar 43 pihak binaan Lazismu. Di antaranya, 23 siswa Berlian School dan 14 siswa di sekolah lainnya.

Selain itu, ada pula lembaga seperti Panti Asuhan dan Yayasan Muhammadiyah Mojopuro Bungah, Pondok Pesantren Enterpreneur Muhammadiyah Benjeng, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Tulungagung Kedamean.
Sehingga total Kado Ramadhan yang tersalurkan hingga siang ini sebanyak 35 parcel, 46 THR, dan 25 zakat fitrah.

Sedangkan untuk Kado Ramadhan gelombang selanjutnya, sambung Hariyadi, akan menyasar warga sekitar dan tetangga para guru Berlian School yang kurang mampu. “Kami sudah mendata, total parcel yang akan dibagikan sekitar 180 paket,” ujarnya.

Sejak awal Ramadhan, para siswa Berlian School telah diimbau untuk mengumpulkan zakat fitrah dan bahan pokok untuk parcel. Dari situlah Kado Ramadhan terkumpul. Usai Lazismu GKB mendatanya, para guru Berlian School bekerja sama mengemasnya selama sepekan terakhir. Sehingga, mulai hari ini mereka menyalurkannnya.

Kegiatan rutin tahunan itu juga terlaksana di tiga sekolah Muhammadiyah GKB (Mugeb Schools) lainnya, yaitu Spemdalas, SD Mugeb, dan Smamio.

Panti Asuhan

Ikhsan—Bendahara Panti Asuhan dan Yayasan Muhammadiyah Mojopuro Bungah—mengungkap rasa syukurnya bisa bersilaturahmi lagi di Berlian School. “Alhamdulillah saya ya merasa terbantu. Biaya listrik-wifi, biaya sekolah anak-anak tiap bulan satu juta itu ya dari Berlian School sama Lazismu,” ujarnya.

Dia lantas bercerita, selama pandemi Covid-19, banyak anak dipulangkan. Hingga sekarang, ada sepuluh anak yang tinggal di sana. “Ini mau mendatangkan lagi sepuluh anak,” imbuh Ikhsan.

Jumlah itu belum termasuk anak yang non-asrama. “Sama Taman Pendidikan al-Quran (TPA), kurang lebih keseluruhan ada 35 anak,” ungkapnya.

Asal anak yang singgah di panti asuhan itu ternyata beragam. Terjauh, ada anak yang dari Bali dan NTB. Hingga kini, mereka telah melaksanakan amanah merawat anak-anaknya. Sehingga, sudah banyak dewasa yang bekerja dan bisa hidup mandiri (tidak tinggal di sana lagi).

“Ada yang sekarang menjadi petugas pemadam kebakaran, kuliah di Universitas Trunojoyo Bangkalan, bekerja di perusahaan,” paparnya. Begitulah kondisi salah satu yayasan binaan Lazismu dan Berlian School. (*)


Category: News