Kisah Empat Keteladanan Sahabat Cilik Abdullah bin Masud, Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Zafira Azzalea Faiqa Ircham atau Kak Rara menunjukkan aksinya di program Ananda Berkisah bersama Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Suci. Dia mengisahkan sahabat cilik Rasulullah SAW bernama Abdullah bin Masud, seorang qari kecil yang bersuara merdu, Selasa (12/4/22) sore jelang berbuka puasa.

Meski ini pengalaman pertama Rara membaca cerita secara langsung di Instagram, tapi siswa kelas III Singapura SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) itu lancar bercerita. Dia juga tampil percaya diri dengan beberapa kali menatap layar sambil melontarkan pertanyaan kepada pendengar.

Kata sang Ibu, Anis Shofatun SSi MPd, program ini bagian dari Bidang Pendidikan PRNA Suci. Pihaknya berharap, bulan Ramadhan menjadi stimulasi potensi anak-anak.  Menjadi wadah anak mengembangkan kemampuan membaca dan bercerita. “Insyaallah setelah Ramadhan akan diteruskan juga,” ujarnya.

Program pekanan itu berlangsung setiap Selasa. Rara berkesempatan tampil di pekan kedua. Sebelumnya, ada Kak Tasya (Tasya Nur Madinah) yang mengisahkan KH Ahmad Dahlan dan Piring Kosong untuk mengisi tampilan perdana program ini.

Ternyata, ada trik khusus sang ibu untuk menanamkan kebiasaan membaca pada Rara selama ini. “Kalau mau tidur, biasanya suka dibacakan buku macam-macam. Sampai kadang kalau saya tertidur, akhirnya harus mengulang cerita lagi 3-5 kali malam itu,” ungkap mahasiswa S3 Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya itu.

Sebagai hadiah atas keberaniannya mencoba berkisah di livestreaming Instagram, Anis memberi bonus waktu bermain bersama teman-temannya habis shalat tarawih. Bonus itu tampaknya ampuh. “Ini malah dek Rara pengin tampil lagi (di Ananda Berkisah),” imbuh guru Spemdalas itu.

Abdullah bin Masud

Rara mengisahkan, Abdullah bin Masud kecil sudah menunjukkan ketekunannya. Meski baru berusia delapan tahun, bocah laki-laki itu bekerja membantu orangtuanya menggembala kambing di padang rumput.

Rara melanjutkan, lelaki itu berhasil menjaga kambing dari terkaman binatang buas. “Adik-adik tahu kan kambing itu hewan yang bandel? Hanya orang penyabar yang sanggup menggembala!” imbuh Rara.

Saat beristirahat di bawah pohon rindang, pada siang yang terik itu, sambungnya, tampak dua bapak-bapak kehausan. Abdullah bin Masud tidak menyadari keduanya sangat istimewa. “Siapa hayo? Ternyata Muhammad dan Abu Bakar!” imbuhnya.

Kata Rara, Muhammad lalu meminta Abdullah bin Masud membawa salah satu anak kambingnya agar bisa memeras susu. Meski bertanya-tanya, Abdullah bin Masud menuruti perintahnya. Ternyata, Rasulullah bisa memeras susu anak kambing hingga mereka meminum susu bersama. Peristiwa ajaib itu bagian mukjizat dari Allah SWT.

Zafira Azzalea Faiqa Ircham atau Kak Rara bercerita di program Ananda Berkisah bersama Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Suci (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Sikap Abdullah bin Masud

Abdullah bin Masud lantas meminta Rasulullah mengajarinya bacaan agar bisa memeras susu hingga Rasulullah memujinya anak yang pintar. Sejak itu, keduanya bersahabat. Rasulullah juga menyukainya karena jujur, cerdas, dan bertanggung jawab.

Abdullah bin Masud yang berani itu menemui Rasulullah di Makkah dan masuk Islam. Setelahnya, ia mengajukan permohonan ingin menjadi pelayan Rasulullah. “Kenapa ingin menjadi pelayan, hayo? Karena dengan cara itu dia bisa dekat dengan Rasul. Kedekatan itu bisa membuatnya belajar kapan saja dengan Rasulullah,” terangnya.

Usai menceritakan bagaimana penggembala kambing itu sudah naik derajat dengan menjadi orang kepercayaan Muhammad SAW. Dia juga menuturkan bagaimana lelaki bersuara merdu itu ternyata sangat suka membaca al-Quran hingga mampu menguasai tajwid dan menjadi qari.

Empat Keteladanan

Akhirnya, Rara membagikan empat keteladanan dari Abdullah bin Masud yang menjadi sahabat Rasulullah sejak kecil. “Pintar memahami kejadian ajaib. Dia tahu peristiwa mukjizat pasti dilakukan manusia istimewa. Oleh sebab itu dia meminta kesempatan belajar,” ungkapnya.

Kedua, dia berani meninggalkan kampung halaman supaya bisa belajar langsung dari guru hebat: Rasulullah SAW. Ketiga, dia sangat menguasai ilmu al-Quran sehingga bisa membaca dengan merdu. “Ini berkat ketekunannya belajar,” tambahnya.

Terakhir, Rara menyatakan, Abdullah bin Masud berani menyampaikan kebenaran. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News