Ahmad Nasafi SPd menyampaikan tausiah usai Tarawih (Muhammad Hariyadi/PWMU.CO)

Happy Tarawih Berlian Wujudkan Ibadah Ramah Anak; Liputan Kontributor PWMU.CO Gresik Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Selama Ramadhan, SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik atau Berlian School mengadakan program Happy Tarawih. Di mana sekolah memfasilitasi masyarakat umum untuk shalat Isya dan Tarawih berjamaah di Aula Berlian.

“Sesungguhnya program ini untuk anak-anak warga sekitar sekolah agar mereka senang beribadah. Surat (ketika shalat) tidak terlalu panjang sehingga ramah anak,” ungkap Wakil Kepala bidang Pembiasaan dan Pembinaan Karakter (PPK) Aditama SPdI.

Konsep ramah anak juga terwujud dalam tausiah usai Tarawih. “Kita pelan-pelan memberi nasihat, jika nanti shalat di masjid bisa tertib dan tenang,” terangnya.

Intinya, lanjut Aditama, Berlian School menyajikan konsep agar anak senang beribadah. Snack dan minum pun tersaji di sisi aula untuk memperkuat nuansa menyenangkan. “Mungkin saat pelaksanaan ada anak yang haus,” ujarnya.

Yang terpenting, dengan menjalankan program sebulan penuh, dia berharap, anak-anak bisa mempraktikkan shalat dengan baik di bulan-bulan berikutnya.

Dia bersyukur, ternyata program Happy Tarawih juga menarik minat masyarakat dewasa di sekitar sekolah. “Ada juga ibu-ibu membawa balita untuk ikut shalat tarawih berjamaah,” ungkap Aditama.

“Walaupun ada anak yang menangis, berteriak, bahkan menarik kabel tidak apa, bahkan orang tua yang mengantar tidak perlu merasa malu atau takut dimarahi, karena hal itu menjadi proses pembelajaran, melatih pembentukan karakter anak,” tambahnya.

Siapkan Layanan Excellent

Imam dan penceramah pun telah timnya siapkan. Tidak hanya melibatkan guru Berlian School. Di bawah naungan Mugeb Islamic Center, tim PPK Berlian School juga bersinergi dengan Spemdalas dan Smamio menghadirkan Korps Mubaligh Muda Muhammadiyah (KM3) dan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) sebagai imam dan penceramah.

“Jadi 50 persen dari IPM, untuk mencetak kader-kader imam dan penceramah sebelum terjun ke masyarakat kelak,” imbuh Aditama.

Dari bidang sarana dan prasarana, Wakil Kepala Muhammad Taufiq MPdI menyatakan timnya telah berupaya memberikan pelayanan excellent. “Agar kegiatan lancar, nyaman, dan memberi nilai serta pengalaman spiritual pada siswa yang akan terkenang dalam hidupnya,” ungkap Taufiq.

Dukungan dan pelayanan yang timnya siapkan meliputi menyiapkan tempat atau ruang yang representatif, menyediakan tenaga pengamanan dan kebersihan selama kegiatan berlangsung, dan menambah penerangan di area sekolah.

Taufiq pun mengungkap, kegiatan ini juga bekerja sama dengan program keagamaan Ikwam Berlian School, di mana melibatkan warga dan anak-anak yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah.

Program ini telah disosialisasikan kepada warga sekitar dengan beberapa cara. Salah satunya, melalui penyebaran flyer di media sosial dan memasang spanduk di sekitar sekolah sehingga menjangkau masyarakat sekitar.

Dalam flyer itu telah tercantum imbauan untuk senantiasa menjaga protokol kesehatan. Yaitu dengan mencuci tangan ketika memasuki area sekolah, memakai masker, dan membawa alat shalat sendiri.

Baca sambungan di halaman 2: Jamaah Rutin kian Akrab

Sebagian jamaah Tarawih di Aula Berlian (Istimewa/PWMU.CO)

Jamaah Rutin kian Akrab

Biasanya, jamaah shalat Isya dan Tarawih di Aula Berlian berjumlah sekitar 40-60 orang di akhir pekan dan bisa mencapai sekitar 150 jamaah di hari Senin-Jumat. Di antara mereka, ada beberapa guru Berlian School yang paling rajin ikut shalat di sana sebab domisilinya sangat dekat dengan sekolah.

Untuk jamaah putra adalah Kepala Sekolah Fauzuddin Ahmad SPd beserta kedua wakilnya Aditama SPdI Juga Muhammad Hariyadi MPd, Rijalul Fikri SSi dan Ahmad Nasafi SPd.

Sedangkan jamaah putri yang tak pernah absen adalah Fatma Hajar Islamiyah SPd dan Dina Aulia SPd. Fatma sepakat memilih shalat di sekolah karena selain dekat, dia juga ingin mendampingi anak-anak dan memberi teladan berperilaku yang tepat saat shalat berjamaah.

“Selain itu, karena biasanya ustadz mengajak keluarganya dan anak-anak mengajak orangtuanya, maka bisa sekaligus silaturahim,” ungkap guru kelahiran Lamongan itu.

Silaturahmi antarkeluarga guru pun kian erat. Ini terbukti saat malam itu istri Ustadz Hariyadi tidak ikut, hanya tampak anaknya—Nur Saffanah Mumtazah kelas II an-Nahl—saja.

Maka, Maryam Nakumi Al’afiyah kelas I al-Aziz—anak Ustadz Rijalul Fikri—menyeletuk, “Saffa, mamamu mana kok tumben nggak kamu ajak?”

“Iya, mamaku shalat di rumah, sekarang lagi pilek,” jawab Saffa santai. Perempuan mungil itu memang mandiri. Dia sudah bisa melipat sajadah dan mukenah sendiri. Mereka pun shalat tarawih bersama dengan khusyuk.

Ajak Bersyukur

Ahad (17/4/22) malam, giliran Koordinator Teknologi Informasi Ahmad Nasafi SPd yang menjadi imam shalat sekaligus menyampaikan tausiah. Nasafi—panggilan akrabnya—mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat yang Allah SWT berikan. “Baik itu Allah berikan kepada kita, keluarga, dan teman-teman kita,” imbuhnya.

Dia mengungkap, salah satu cara bersyukur paling mudah yaitu mengucap ‘Alhamdulillah’. Selain itu, kata Nasafi, rasa syukur bisa diwujudkan dengan menjaga perilaku diri agar senantiasa menjalankan perintah Allah SWT. Contohnya, dengan shalat tepat waktu dan khusyuk melaksanakannya.

Guru Matematika itu lantas mengingatkan alasan perlunya bersyukur. Yaitu Allah akan menambah nikmat hambaNya yang bersyukur. Hal ini dia ungkap sesuai firman Allah SWT dalam Ibrahim ayat 7 berikut.

وَاِذۡ تَاَذَّنَ رَبُّكُمۡ لَٮِٕنۡ شَكَرۡتُمۡ لَاَزِيۡدَنَّـكُمۡ‌ وَلَٮِٕنۡ كَفَرۡتُمۡ اِنَّ عَذَابِىۡ

Artinya, “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.”

“Kita tidak mungkin bisa menghitung nikmat-nikmat Allah,” tambahnya. Kata Nasafi, hal ini juga diperkuat dengan dua ayat terakhir al-Zalzalah, ayat 7 dan 8.

فَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرًا يَّرَهٗ وَمَنۡ يَّعۡمَلۡ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ

Artinya, “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Akhirnya, Nasafi mengajak, untuk meningkatkan rasa syukur. “Termasuk bersyukur bisa melaksanakan shalat Tarawih,” ucapnya.

Apalagi, bulan Ramadhan ini menurutnya waktu yang sangat tepat untuk menggembleng diri agar semakin rajin melakukan ibadah wajib maupun sunnah. Selamat beribadah kepada Allah dengan penuh totalitas! (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News