https://pwmu.co/wp-content/uploads/2022/04/sd-berlian.jpg

Vilda Rima Aulia Zahro MPd saat mencoba memanah di stand archery Berlian School (Firly/PWMU)

Bagikan Hadiah, Stand Archery Berlian Tak Sepi Pengunjung, liputan Viki Safitri kontributor PWMU.CO Gresik

Vilda Rima Aulia Zahro MPd saat mencoba memanah di stand archery Berlian School (Firly/PWMU)

Bagikan Hadiah, Stand Archery Berlian Tak Sepi Pengunjung, liputan Viki Safitri kontributor PWMU.CO Gresik

 

PWMU.CO – Stand Archery (Memanah) SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) memberikan hadiah kepada pengunjung ketika mereka berhasil memanah tepat sasaran pada acara bazar dan pawai menyambut Ramadhan 1443 H di SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik (Smamio), Kamis (31/3/22).

 

Archery atau memanah adalah salah satu Olahraga, Seni dan Teknologi (OST) yang ada di Berlian.

 

Antusias Pengunjung

Muhammad Farihul Amin, siswa Smamio kelas X MIA II tertarik mencoba panahan karena ingin bernostalgia saat ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama.

 

“Saya mau murojaah (mengingat-ingat) lagi caranya memanah. Bonusnya dapat hadiah dari ekstrakurikuler memanah Berlian School,” kata Farihul saat diwawancarai PWMU.

 

Tak hanya siswa, guru pun tertarik mencoba menggunakan busur dan anak panah. Vilda Rima Aulia Zahro MPd, guru Berlian School mengatakan ternyata memanah tidak semudah yang dibayangkan.

 

“Percobaan pertama alhamdulillah di area kuning (lingkaran tengah), tapi selanjutnya di area putih (lingkaran luar),” kata guru yang akrab dipanggil Vilda.

 

Hal senada disampaikan oleh Anita Firlyando SPd. Firly mengatakan ternyata memanah tidak hanya sekadar harus tepat sasaran, ada cara dan tekniknya. Bagaimana cara memegang busur panah yang tepat, posisi jari, bahkan posisi kaki.

 

“Saya kira pokoknya harus pas sasaran, ternyata ada caranya untuk menarik itu dengan tiga jari, tangan kiri harus lurus, kaki harus menghadap ke samping,” jelas Firly.

 

Tak Sepi Pengunjung

Pelatih ekstrakurikuler Andik Gunawan, memanah senang karena stand nya tak pernah sepi pengunjung.

 

Rasa capek perjalanan Surabaya ke Gresik terbayar saat mengajari anak-anak memanah. Bahkan Kepala Sekolah Berlian School juga ikut mencoba menggunakan busur dan anak panah.

 

“Gak sia-sia perjalanan dari Surabaya ke sini, salah satunya di panahan ini saya pribadi meniatkan untuk syiar, mengenalkan bahwa panahan ini salah satu olahraga yang disunnahkan Rasulullah,” jelas Andik.

 

Stand Cooking dan Handycraft

Tak hanya OST memanah, kegiatan Bazar dan Pawai Ramadhan juga membuka stand OST Cooking dan Handycraft.

 

Siswa kelas V-Faqih Usman Umaima Mumtaz Rosyida dan siswa kelas III-Qatar Ansha Dahayu, perwakilan siswa ekstrakurikuler cooking membagikan donat kentang gratis kepada pengunjung.

 

Pengunjung bisa memilih aneka topping yang diinginkan. Ada topping glaze coklat, tiramisu, keju, dan meses.

 

Koordinator OST dan Bina Prestasi Alimatul Ghoriyah SH mengatakan ikut serta membuka stand OST di kegiatan bazar agar karya anak-anak bisa diperkenalkan ke masyarakat luas.

 

“Selama ini karya anak-anak terutama di handycraft hanya diketahui warga Berlian saja, jadi kita ingin memperkenalkan kepada masyarakat bahwa anak-anak Berlian itu kreatif” tutur guru yang akrab dipanggil Ima. (*)


Category: News