Khanza Aqila Salsabila menunjukkan kreasi kotak infaknya (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Siswa Berlian Siapkan Box Gebyar Jelang Ramadhan, Liputan Kontributor PWMU.CO Sayyidah Nuriyah.

PWMU.CO – Pekan Ujian Tengah Semester telah berakhir. Pekan ini, siswa SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) kembali belajar di sekolah secara bergiliran pada setiap jenjangnya.

Ada yang berbeda saat siswa kelas I datang ke sekolah, Selasa (29/3/22) pagi. Mereka membawa kotak infak bernama Box Gebyar, akronim dari Gemar Berinfak di Bulan Ramadhan. Kotak berbentuk Kakbah itu hasil kreasi siswa bersama ayah dan bunda di rumah.

Baca Juga:  Gift-Giving, Rahasia Eksistensi Umat Manusia

Salah satunya Khanza Aqila Salsabila, siswi kelas 1 as-Salam. Menyadari ada yang berbeda dengan kotak infak Aqila—panggilan akrabnya—Wali Kelas Fatma Hajar Islamiyah SPd langsung bertanya, “Apa ini, nak?”

“Itu pembuangan air. Kakbah kalau kehujanan airnya keluar di sini,” jawab putri Staf Fundrising Kantor Lazismu Layanan GKB Selamet Hariyadi AMa SPdI. Pembuangan air yang dia maksud adalah talang air di bagian tepi atas Kakbah.

Penasaran, ustadzah yang akrab dipanggil Fatma itu bertanya lagi detail bagian lainnya. “Itu pintu Kakbah. Ini tuh Hajar Aswad,” jawab Aqila sambil menunjuk bagian demi bagian.
Baca Juga:  Pandemi Belum Usai, Berlian Sulap Lagi Ruang Kelas Jadi Studio

Bikin Takjub

Detail kreasi Kakbah beserta penjelasan Aqilah sukses bikin Fatma dan teman sekelasnya takjub. Katanya, Box Gebyar itu hasil kerja samanya dengan sang bunda. Dia lantas menyetorkan latihan rajin berinfaknya selama hampir dua pekan terakhir.

Begitulah aktivitas pembiasaan pagi itu berlangsung serempak di empat rombel kelas I. Setelah mengumpulkan hasil latihan infaknya jelang Ramadhan, para siswa kembali membawa pulang Box Gebyar untuk diisi selama Ramadhan nanti.

Lucunya, ada sebagian siswa di kelas I As-Salam yang gagal menyetor hasil pemanasan berinfaknya. Sebab, mereka lupa membuat lubang tempat mengeluarkan uang. Sayang jika kotak infak yang cantik itu dirusak.

Baca Juga:  Haedar Nashir: Rekonstruksi Konsep Pendidikan secara Fundamental

Fatma lantas menghibur para siswanya. “Nggak apa, nak. Bisa sekalian dikumpulkan di akhir Ramadhan, jadi lebih banyak uang infaknya,” ungkapnya.

Sebagian siswa kelas I as-Salam menunjukkan kotak infak Box Gebyar-nya. Siswa Berlian Siapkan Box Gebyar Jelang Ramadhan (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Luncurkan Box Gebyar

Sebelumnya, Berlian School—bersinergi dengan Ikwam—meluncurkan kotak infak persiapan Ramadhan bernama Box Gebyar, Kamis (17/3/22) pagi.

Aditama menegaskan, ciri orang kaya adalah dermawan. “Orang itu belum bisa disebut kaya kalau belum memiliki sifat dermawan,” tuturnya.

Dia juga mengimbau para siswa mulai latihan berpuasa karena Ramadhan sudah dekat. “Yang biasanya puasanya bolong-bolong atau nggak kuat, latihan dulu!” ajaknya.

Baca Juga:  Siswa Berlian School Juara I Lomba Dokter Cilik

Di akhir Ramadhan nanti, Adi mengimbau siswa mengumpulkan infak di sekolah. Sebab, akan disalurkan untuk membantu beragam pihak yang membutuhkan.

Adi lantas mengungkap sasaran penerima yang pertama, “Saudara kita di luar sana banyak yang untuk (membayar) sekolah itu susah. Jangankan jajan, untuk beli buku saja susah. Jangankan beli mainan, beli tas baru karena sudah sobek saja susah,” terangnya.

Selain itu, Adi juga menyebutkan golongan orang miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Harapannya, siswa maupun orangtua bisa bersama-sama meningkatkan amal shalihnya di Ramadhan nanti.

Ambil Hikmah Kisah Sedekah

Pada momen peluncuran itu, siswa juga diajak menonton ‘Kisah Sedekah Enam Dirham’ agar lebih semangat berinfak. Dalam video itu, ketika Ali bertanya adakah makanan, istrinya Fatimah menggeleng. “Aku hanya memiliki enam dirham,” ujarnya.

Baca Juga:  Pendidikan Prioritas, Sumber Daya Insani Berkualitas

Itupun akan dia gunakan untuk membeli makan anak-anaknya: Hasan dan Husein. Maka, Ali menawarkan untuk membantu beli makanannya. Di tengah perjalanan, ia bertemu pengemis dan merasa iba. Akhirnya Ali memberikan semua uangnya kepada pengemis itu.

Ali pulang tanpa membawa apapun. Mendengar cerita Ali telah menyedekahkan semua uangnya, Fatimah hanya diam dan menunjukkan raut wajah sedihnya. Kemudian, Ali pergi lagi untuk menemui Rasulullah SAW.

Di tengah perjalanan, dia bertemu seseorang yang menjual onta seharga 100 dirham. Sang penjual membolehkan Ali berutang, sehingga Ali sepakat membelinya.

Tak disangka, Ali bertemu dengan orang yang mau membeli ontanya seharga 300 dirham. Setelah membayar utangnya, Ali menemui Rasulullah SAW dan menceritakan semuanya.
Baca Juga:  Islam dan Katolik soal Pertobatan dan Dosa Tak Sengaja

Rasulullah SAW berkata, “Berbahagialah engkau Ali. Sesungguhnya Allah SWT telah mengganti uang yang engkau sedekahkan.”

Itulah kisah motivasi agar siswa lebih semangat berinfak. Box Gebyar terunik juga akan mendapat hadiah di akhir Ramadhan nanti. (*)


Category: News