Kakak-beradik Fulki Asyam Tsaqif dan Fatih Abiyyu Tsaqif bersama Bupati Gresik, dan Ketua Dekranasda Gresik kompak memakai setelan batik tenun Desa Wedani. Deg-degan, Siswa Berlian Syuting dengan Bupati Gresik untuk Trans 7. (Istimewa/PWMU.CO)

Deg-degan, Siswa Berlian Syuting dengan Bupati Gresik untuk Trans 7, liputan Sayyidah Nuriyah Kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Bagai mendapat durian runtuh, kakak-beradik Fulki Asyam Tsaqif dan Fatih Abiyyu Tsaqif berkesempatan syuting dengan Bupati Gresik H Fandi Akhmad Yani SE dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani.

Mereka menjadi model dalam salah satu episode program Ramadhan stasiun televisi Trans 7 yang mengenalkan Desa Devisa: Desa Wedani, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Program itu mengangkat usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ekspor bertema ‘Sarung Tenun Masuk Mushala’.

Program ini sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Gresik yang mendukung percepatan sektor perekonomian lewat UMKM yang berani ekspor. Dalam Instagram Pemkab Gresik, Fandi Akhmad Yani mengajak masyarakat membeli produk hasil UMKM di Kabupaten Gresik sebagai wujud bangga terhadap produk lokal.

Kesempatan ini bermula ketika Kamis (3/3/22), Bupati Gresik berkunjung ke desa tempat Uki dan Abi tinggal. Di sana, dia memberi penawaran, “Siapa dua anak yang bisa mewakili putra desa untuk menyukseskan acara ini?”

Uki—sapaan akrab Fulki—dan adiknya yang biasa dipanggil Abi langsung inisiatif mengajukan diri. “Kebetulan Uki Abi anaknya kendel (berani), jadi dia maju,” ujar Yusrina Ibrati, ibunya. Maka, sambungnya, merekalah yang terpilih mendampingi Gus Yani dan istrinya.

Deg-degan

Sabtu (5/3/22) sore, Uki dan Abi diantar sang ibu ke lokasi syuting Koperasi Produsen Wedani Giri Nata yang bergerak di bidang usaha sarung dan kain tenun. Dari sana, mereka diajak berjalan kaki ke mushala dan berkeliling desa.

Pertemuan pertama dengan Fandi Akhmad Yani membuat jantung mereka berdebar-debar. “Oh tadi waktu bertemu dag-dig-dug! Tadi diajak salaman, tanganku sampai gemetar,” tawanya tak tertahankan saat Uki mengenangnya.

Meski selama di sekolah Uki terbiasa syuting video untuk lomba, dia tetap merasa gugup sore itu. “Biasa sih kalau shooting, tapi ini spesial, sama pak bupati!” ujarnya antusias.

Di samping itu, Uki merasa sangat senang. Sebab dirinya bisa berfoto, mengobrol santai, dan bercanda dengan sang bupati yang ramah di sela-sela pengambilan video. “Aku diajak ngobrol tentang sekolah,” ungkapnya.

Bercengkerama di selata syuting. Deg-degan, Siswa Berlian Syuting dengan Bupati Gresik untuk Trans 7 (Istimewa/PWMU.CO)

Siswa Aktif dan Percaya Diri

Ternyata, jadwal Uki dan Abi Sabtu itu padat. Sejak pagi hingga siang, Uki mengikuti pembinaan persiapan lomba di sekolah.

Kemudian, siang hingga sorenya, Uki dan Abi les privat bahasa Inggris. “Aku ada les bahasa Inggris di rumah, tapi nggak tepat waktu jadi agak telat ke shootingnya. Buru-buru banget. Lesnya belum selesai, aku tinggal menyusul ke lokasi shooting,” terang Uki.

Barulah ia syuting sejak sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang Maghrib. Meski lelah, dia tak mau menyia-nyiakan kesempatan langka itu. “Jujur capek banget, tapi ini kan kesempatan juga buat aku,” ungkapnya masih dengan nada semangat.

Uki siswa kelas IV, sedangkan Abi siswa kelas III. Keduanya bersekolah di SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School). Ketika di sekolah, Uki sangat aktif mengasah potensinya dengan mengikuti berbagai lomba story telling.

Belakangan, kata Koordinator Bina Prestasi Pengembangan Diri Alimmatul Ghoriyah SH, Abi mulai mengikuti jejak sang kakak. “Abi mau persiapan ikut lomba story telling,” ungkapnya.

Kata Hari Iswahyudi SS—wali kelasnya—Uki memang terkenal ramah, supel, dan percaya diri. “Temannya banyak sekali,” imbuhnya.

Apresiasi Sekolah

Atas keberanian kakak-beradik Uki dan Abi, Kepala Berlian School mengucapkan selamat kepada Uki dan Abi yang terpilih menjadi model bersama H Fandi Akhmad Yani SE dan Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani dalam mengenalkan Desa Devisa Wedani.

“Sekolah juga mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang telah mendidik keduanya menjadi anak yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi ketika tampil di depan umum,” imbuhnya.

Ahmad—sapaan akrabnya—mendoakan, Uki dan Abi bisa meneruskan usaha yang orang tuanya rintis. “Sebagai pengusaha sarung tenun, bahkan bisa ekspor sarung tenun ke luar negeri,” ucapnya.

Kepada kakak-beradik dan seluruh siswa Berlian School, Ahmad juga berpesan, “Kesempatan tidak datang dua kali. Ambil peluang yang ada. Teruslah belajar baik di sekolah, di rumah, maupun di masyarakat. Jangan pernah malas atau berhenti belajar. Kembangkan potensi diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga besar nanti akan sukses di dunia dan juga bahagia di akhirat.”

Desa Wedani

Bukan tanpa alasan desa mereka terpilih pada program Trans 7. Hasil pencarian tim Trans 7 di laman Google tentang UMKM yang sukses menembus pasar ekspor menampilkan banyak berita tentang UMKM Gresik. Terutama dari Desa Devisa Wedani.

Dilansir dari gresikkab.go.id, Desa Tenun Wedani memang terkenal sebagai produsen sarung berkualitas. Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengorbitkannya sebagai Desa Devisa ke-5 di Indonesia.

Dari laman itu juga diketahui, pada November 2021, 60 pengrajin (UKM) Desa Wedani mampu menyerap 1.500 tenaga kerja. Kemampuan produksi masing-masing pengrajin mencapai 200 lembar sarung tenun dengan alat tenun bukan mesin (ATBM).

Kepada PWMU.CO, Mas Ariyatin—ayah Uki dan Abi sekaligus Ketua Ikatan Pengusaha Sarung Tenun—mengungkap, kini sudah ada 62 UKM di sana. Mereka telah mengekspor produknya ke Malaysia, Brunei Darussalam, Afrika, dan Timur Tengah. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News