Nur Hakiki (kiri) dan Fatma Hajar Islamiyah (Novia Qurrati A’yunina/PWMU.CO)

Public Speaking Bisa Membentuk Kepribadian Pemimpin, laporan Novia Qurrati A’yunina, kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Jumat pagi (4/3/22) dengan penuh semangat, Fatma Hajar Islamiyah menyapa siswa-siswi SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) dalam acara Guest Star News Anchor for Kids.

Kegiatan ini digelar via Zoom dan disiarkan melalui YouTube Admin Berlian. Acara semakin semarak dengan adanya tepuk semangat yang mengawali sambutan Khoiro Numsyah SPD, Wakil Kepala Berlian School. Dalam sambutannya, ia menanyakan perihal kegiatan pagi itu. Azkayra, siswa 4 Battani, menjawab pertanyaan Khoiro news anchor adalah pembaca berita. Pernyataan tersebut dibenarkan oleh Khoiro.

Semangat anak-anak semakin memuncak kala Fatma, pembawa acara mengajak peserta untuk memanggil Kiki, sapaan akrab pemateri, Nur Hakiki SPd. Dia Adalah News Anchor TVMU Jatim Stasiun Mugeb sekaligus guru Berlian School.
Baca Juga:  Berlian School-Dinas Kesehatan Teken MoU

Ia menunjukkan beberapa contoh gambar pembawa berita televisi dan menjelaskan kepada para peserta bahwa news anchor adalah pembawa berita. Ia juga mengenalkan pada anak-anak bahwa Muhammadiyyah juga memiliki channel televisi, yaitu TVMU atau TV Muhammadiyah.

“Tak hanya pembaca berita yang tidak berhijab yang diperbolehkan membacakan berita, namun pembawa acara yang berhijab juga diperbolehkan untuk berita dan kualitasnya pun tidak kalah dengan pembaca berita lainnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan news anchor adalah bagian dari public speaking yang berarti berbicara di depan khalayak atau di depan orang banyak. Jadi meskipun berbicara di depan umum, tapi semua itu perlu membutuhkan proses.

Public speaking merupakan komunikasi yang menggunakan bahasa lisan sebagai media dan output-nya berupa pidato, ceramah, presentasi. Hal tersebut bisa dipelajari,” ujarnya.

Melatih Keberanian Diri

Public speaking adalah sebuah skill atau keterampilan yang harus disertai dengan keberanian. Tapi hal tersebut bisa dibiasakan dengan latihan terus-menerus,” tuturnya.

“Di sekolah pun diajarkan untuk berani maju di depan kelas, melatih percaya diri, dan keberanian diri untuk tampil di setiap diri siswanya,” ujarnya.

Menurutnya, public speaking menjadi hal yang sangat penting karena keterampilan itu mampu meningkatkan rasa percaya diri. “Berawal dari diri yang malu-malu hingga akhirnya kita menjadi seseorang yang berani maju dan tampil di depan banyak orang,” ujarnya.

Kiki menyampaikan, rasa nervous atau rasa tidak percaya diri bisa dihilangkan dengan cara diasah dan dilatih sering tampil. “Jika kita belum berani tampil di depan orang banyak, minimal kita tampil di depan cermin atau di depan keluarga,” ujarnya.
Baca Juga:  Inilah Filosofi Logo Milad Ke-20 Spemdalas

Kemampuan Memimpin

Tak hanya melatih keberanian diri, public speaking juga bisa membentuk kepribadian diri untuk menjadi seorang pemimpin. Karena, seorang pemimpin dituntut dan diharuskan untuk bisa berbicara di depan umum.

Ia mengatakan, “Public speaking yang baik bisa kita contoh dari para presiden kita, karena beliau-beliau tentu bisa menguasai beberapa bahasa asing lainnya.”

“Selain kepiawaian seorang pemimpin dalam menguasai public speaking, pemikiran kritis juga dibutuhkan seorang pemimpin untuk memimpin kelompoknya,” tambahnya.

Menurutnya, kemampuan untuk memimpin tidak langsung dimulai dari yang besar, yang tiba-tiba memimpin negara seperti presiden. Tapi kemampuan memimpin dimulai dan berproses dari hal yang terkecil hingga menjadi hal yang besar.

Pertanyan menarik disampaikan oleh Radly Euwald, siswa Kelas V Mas Mansur, “Apa konsep dasar dari menjadi seorang reporter?”

“Jika ingin menjadi reporter, maka harus memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan memiliki pemikiran yang kritis dan mampu menggali suatu isu atau permasalahan dengan lebih dalam dan juga harus bisa mengolah sebuah kalimat,” jawab Kiki. (*)


Category: News