M Hafiz Rayhan Rahman (tengah) dengan dua nomor dada (81 dan 86) mengerjakan soal di barisan belakang (Ria Rizaniyah/PWMU.CO)

Jajal Olimpiade di Mal Bikin Siswa Berlian Ketagihan, Liputan Sayyidah Nuriyah, kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Muhammad Hafiz Rayhan Rahman dan Manggala Parvais Tian Arzhanie ialah dua siswa SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik yang mengisi liburan dengan menjajal olimpiade di mal.

Lomba secara tatap muka merupakan hal ‘baru’ bagi keduanya. Padahal lomba ini telah lama dinantikan. Harapan Titien Prihatini SH, ibu Gala, kesempatan ini menjadi latihan menghadapi tantangan pengelolaan emosi saat lomba.

Istri Akhmad Yani Yulianto SE MT CSCM itu menambahkan, “Saya sering memotivasi Gala untuk ikut lomba secara offline supaya mengasah mentalnya untuk lebih berani dan menambah pengalaman.”

Ketika notifikasi info lomba di Atrium Gressmall masuk ke ponselnya, dia langsung menawarkan kepada Gala. Gala pun mengiyakan. “Karena lombanya di mal jadi Gala semangat dan mapel bahasa Inggris juga kesukaan Gala,” ujarnya.

Terlepas dari itu, menurutnya Gala memang penurut dan sudah memahami batas waktu bermain. “Alhamdulillah kalau pas senggang, kapanpun saya ajak belajar mau nurut. Main juga dia hobi banget, tapi memang Gala insyaallah tahu batasannya untuk main dan kapan mesti belajar,” terang dia.

Lomba (dan Jalan-Jalan) 

Sebenarnya Gala maupun Rayhan bukan baru pertama kali ikut lomba offline. Hanya saja pandemi Covid-19 membuat mereka lebih akrab dengan aneka lomba daring. Minim interaksi dengan peserta lain. Komunikasi dengan panitia penyelenggara pun sebatas lewat layar gadgetnya masing-masing.

Kondisi ini juga ditangkap Ria Rizaniyah SPd, bunda Rayhan. Saat melihat informasi lomba dari status WhatsApp temannya, dia menawarkan, “Mau ta lomba di Gressmall?”

Baca Juga:  Membaca Kehidupan, Rahasia Menulis Opini Hebat

Rayhan pun melontarkan pertanyaan kritisnya, “Lombanya gimana, Ma?”

Maka, guru Spemdalas itu menjawab, “Kalau di Gressmall, ngerjakan soal kayak ngerjakan penilaian harian (PH) di sekolah.”

Rayhan setuju karena ingin tahu lomba offline. “Sama jalan-jalan di Gressmall!” imbuhnya gembira. Dalam hati Ria bersyukur, “Alhamdulillah, dia semangat mau ikut,” ungkapnya.

Sebab, biasanya ketika lomba daring, Rayhan tinggal mengerjakan dari HP mamanya. Terakhir ikut lomba tatap muka ketika dia masih TK. “Olimpiade Bahasa Inggris dapat juara 3 di Umsida, mungkin sudah lupa dia, sudah lama,” kenang Ria.

Begitupula dengan Gala. Terakhir kali, dia membawa pulang piala dari lomba menyanyi, fashion show, dan membaca puisi di Gressmall setahun yang lalu.

Manggala Parvais Tian Arzhanie berani maju ke depan panggung (Istimewa/PWMU.CO)

Berani Maju 

Ajang yang mereka ikuti berbeda, meski sama-sama mengerjakan di atas panggung Atrium Gressmall. Rayhan berlomba pada ajang The Winner Season 3, Ahad (27/2/22) siang. Sedangkan Gala berlomba pada ajang Gebyar Prestasi Pelajar 2022, Senin (28/2/22).

Sebelum mulai lomba, ada kejadian mengagetkan. Ini bermula ketika MC meminta salah satu peserta berani maju ke depan panggung. “Saya kaget Gala spontan berani angkat tangan sendiri saat itu. Terharu juga,” ungkapnya.

“Saya waktu itu berdiri agak jauh di belakang. Ketika sudah bisa dapat tempat agak di depan, Manggala sdh selesai menyampaikan perkenalan,” terangnya.

Saat itu, dengan percaya diri Gala mengenalkan nama, usia  asal sekolah, tinggal dimana, juga nama ayah dan ibu dalam bahasa Inggris.

Olimpiade di Panggung 

Sementara itu, ketika Rayhan tiba di lokasi dan menyadari dia nantinya mengerjakan soal olimpiade di panggung, pertanyaan kritis kembali terlontar. “Loh Ma, ngerjakan di atas panggung ta?” ujarnya. Rayhan tampak gerogi dan agak tegang.

Ria pun menenangkan dan memotivasi anak tunggalnya itu. “Ya gak apa ngerjakan di atas panggung, gak usah takut. Sama aja di panggung atau di bawah.”

“Sama aja kayak ngerjakan di kelas. Rayhan konsentrasi ngerjakan soal aja,” tuturnya. Ria cukup lega melihat ketegangan Rayhan mulai terurai, berganti lebih percaya diri.

Di atas panggung, Rayhan memilih duduk di barisan belakang. Anak berbaju abu-abu itu memilih mengerjakan dengan alas papan dada, meski sebagian besar temannya memakai alas meja.

Anak bermasker biru itu menyematkan dua nomor peserta di dadanya: 81 dan 86. Sebab, dia memang mengikuti dua cabang lomba: olimpiade matematika dan sains.

Usai lomba, orangtua Rayhan mengajaknya ke McD. Di sana, bocah pintar itu meminta paket Happy Meal yang berhadiah buku. “Reward buat Rayhan, biar tambah semangat,” ungkap Ria.

Dapat Dua Piala 

Dalam ajang itu, Gala meraih juara harapan II Lomba Bahasa Inggris Kategori SD/MI kelas II. Sementara Rayhan berhasil meraih dua juara. Yaitu juara III Olimpiade Matematika dan juara harapan 1 Olimpiade Sains

Usai turun panggung, sambil memegang dua piala, Rayhan bilang, “Ma, kalau ada lomba offline lagi aku mau ikut lagi!”

Ria ikut senang melihat anaknya tampak sangat bahagia. “Mungkin pertama tahu suasana lomba secara langsung ya, niatnya coba-coba aja sekalian jalan-jalan, alhamdulillah dapat piala!” ungkapnya.

Guru matematika itu juga bersyukur, Papa Rayhan—Abdul Rahman Sholeh SE juga mendukung Rayhan berprestasi. “Alhamdulillah papanya mendukung banget, bantu mencari soal-soal,” ujarnya.

Kepada PWMU.CO, Titien berharap, “Semoga Gala istikamah tekun belajarnya supaya bisa jadi pembelajar seperti Jerome Polin dan Maudy Ayunda. Bismilah, Gala bertumbuh terus lebih baik!”

“Kami orang tua Manggala juga terima kasih karena banyak mendapat bimbingan dan support dari ustad-ustadzah di sekolah,” imbuhnya.

Sejalan dengan mereka, Wakil Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Farikha SPd menyatakan, “Mental mau berjuang untuk meraih juara perlu sekali terus dipupuk agar potensinya terus dapat tumbuh!” (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News