dr Aisah Dahlan saat memaparkan materi dalam Islamic Parenting (Tangkap layar Fiska Puspa Dwi Arinda/PWMU.CO)

Ternyata Tubuh Kita seperti HP Laporan Fiska Puspa Dwi Arinda, kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Ternyata Tubuh Kita seperti Gawai (HP). Dokter dan praktisi neuroparenting skill dr Aisah Dahlan CHt CMNLP membahasnya dalam kajian Islamic Parenting, Jumat (28/1/22).

Kegiatan ini diselengarakan oleh Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik. Kajian rutin tahunan ini digelar melalui Zoom dan disiarkan melalui YouTube Admin Berlian.

Sekitar 800 peserta hadir secara virtual. Tidak hanya dari Gresik, tapi juga dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan ada beberapa peserta dari Australia.

Aisyah Dahlan menjelaskan tubuh manusia memang benar seperti gawai karena sama-sama dapat mengeluarkan gelombang.

“Iya, betul tubuh kita seperti gawai yang dapat mengeluarkan gelombang akan tetapi tidak dapat terlihat oleh mata, ya sama seperti gawai juga tidak terlihat,” tuturnya.

Sambil menunjukan video sistem tubuh manusia, dia mengatakan, “Bisa dilihat uap tersebut bekerja di tubuh kita yang mengeluarkan gelombang. Jadi manusia adalah gawai yang luar biasa dibanding ciptaan manusia. Ini diciptakan oleh Allah loh.”

Dia menjelaskan Martin Cooper orang pertama kali menciptakan telepon gengam yang berdasarkan kerja tubuh manusia.

“Zaman dulu telepon gengam itu masih ada antenanya keluar, kalau tubuh kita tidak keluar antena karena antena kita disimpan oleh Allah di bawah kulit, dan sinyalnya tubuh kita lebih kuat dari 4G,” tuturnya.

Membrokes Tiga Hal

Menurutnya, sinyal-sinyal di tubuh ini berguna untuk membrokes tiga hal berikut: pertama, doa. “Makanya di mana saja anak kita berada kita bisa mendoakanya,” tuturnya.

Kedua, niat. “Mengapa setiap ada niat bisa terjadi niatan itu karena dibrokes, ditarik,” jelasnya.

Ketiga, prasangka. “Allah berfirman di hadits. ‘Aku mengikuti prasangka hambaku’ karena Allah membuat sistem tubuh manusia yang ada gelombangnya. Jadi pada saat kita berprasangka baik ditarik, jika kita berprasangka buruk dan tidak bercepat-cepat kita deletemaka itu yang ditarik,” tuturnya.

Aisah mengatakan, “Maka dari itu kita harus selalu berprasangka baik kepada anak kita. Ketika menggunakan gawai berhati-hatilah pada saat berprasangka buruk karena itulah yang mempengaruhi,” tegasnya.

Dia lalu menyampaikan potongan ayat al-Quran Surat adz-Dzariyat: 23 yang artinya, “Maka demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan.”

Dari ayat itu Aisah Dahlan mengajak para orangtua lebih bijaksana dan didaktik memikirkan hal-hal yang negatif, karena itu bisa menjadi kenyataan.

“Maka mari kita lebih belajar bagaiman kita sebagai orangtua yang bijaksana, belajar ternyata tubuh kita ini gawai dan Allah sudah juga ingatkan seperti apa yang kamu ucapkan baik diucapkan di mulut, di mata, telinga, benak, tubuh, dan ucapan yang ditulisan kita,” tegasnya.

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News