Sepuluh Siswi Berlian School yang meraih juara III pada Parade Semapor Putri Tingkat Jatim (Istimewa/PWMU.CO)

Rahasia Juara Lomba Parade Semapor Putri Tingkat Jatim, Liputan Sayyidah Nuriyah Kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Begini Rahasia Juara Lomba Parade Semapor Putri Tingkat Jatim. Ajang Olimpiade Hizbul Wathan Abdurrahman Syamsuri ke V (Olimpiade HW Arsy-V) 2022 menjadi saksi sepuluh qobilah SDM2GKB meraih juara III pada kategori Parade Semapor Putri.

Kesepuluh siswa yang sangat energik itu adalah Rey Rosyaila Roxanne Rosyadi, Mikaela Arrisa Azzahra, Nafiza Chiara Putri, Anisa Zahira Al Syahdah, Indah Nur Naila, Sarah Adiya Asyhara, Rayna Saqeena Putri Admaja, Farisah Azyyati Zakirin, Azka Aqilah, dan Cleva Pradiva Putri Trissiyan.

Lomba tersebut bertempat di MTs Muhammadiyah 2 (Madtsamuda) Pondok Pesantren (Ponpes) Karangasem Paciran Lamongan, Kamis (3/2/22). Sejak pukul 6 pagi, mereka berangkat dari SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) yang berlokasi di Jalan Berlian VIII no 2 PPS, Manyar, Gresik.

Dengan minibus, siswa kelas III-V berangkat bersama tim pembina dari Kafilah Faqih Usman UMG serta Koordinator Bina Prestasi-OST (ekstrakurikuler) Alimmatul Ghoriyah SH.

Dukungan Wali Siswa

Didin Rosyadi SKom—ayah dari Rey Rosyaila Roxanne Rosyadi—bersyukur dan mengucap terima kasih atas hasil kerja keras tim pelatih bersama para siswa. Dia mengungkap, ini kali pertama Roxanne ikut lomba semapor. “Makanya exited banget, meski latihannya lumayan melelahkan,” imbuhnya.

Penampilan parade semapor kali ini, mereka juga memasukkan unsur tarian tradisional. Ternyata, mudahnya Roxanne mengikuti arahan pelatih selama proses persiapan tak lepas dari darah seni sang mama, Nur Laila.

Didin menceritakan, “Insyaallah Roxanne bakatnya meniru mamanya. Dulu mamanya sering tampil di bidang seni juga waktu sekolah sampai kuliah. Tari, puisi, menggambar yang melatih mamanya kalau di rumah.”

Di suasana lomba, lanjutnya, Roxanne akhirnya tahu bagaimana persaingan positif sekaligus senang bisa membawa nama Berlian School. “Saingannya bagus-bagus. Penilaiannya ketangkasan, kekompakan, penguasaan sandi huruf semapore, dan koreo,” ungkap dia.

“Kami Insyaallah berusaha mendukung semua program sekolah yang positif. Memang efeknya Roxanne harus meluangkan waktu untuk belajar sendiri mengejar tertinggal materinya (di kelas) selama latihan,” terangnya (4/2/2022).

Hal senada juga disampaikan Fandi Trissiyanto—ayah Cleva Pradiva Putri Trissiyan—ketika menunggu kedatangan sang putri di Berlian School malam itu (3/2/2022).

“Senang waktunya anak-anak diisi dengan hal-hal yang positif,” ujarnya sambil mengenang kemenangan Cleva beberapa bulan yang lalu dalam ajang “11th Airlangga Championship Tapak Suci International Virtual Open 2021”.

Didin Rosyadi dan Fandi Trissiyanto adalah dua dari sekian banyak wali siswa yang selalu mendukung program sekolah. Wakil Kepala bidang Kesiswaan Khoiro Numsyah SPd bersyukur, para wali siswa sangat mendukung pengembangan potensi diri putra-putrinya, termasuk dengan mengikutkan lomba.

Binaan Intensif Kafilah Faqih Usman

Selain dukungan penuh dari para wali siswa, keberhasilan mereka juga berkat tangan dingin tiga sosok pembina dari Unit Kegiatan mahasiswa UMG Kafilah Faqih Usman. Yaitu Insania Cahyani Dewi, Dinda Sufi Ila RA, dan Nur Afni Aprilia.

Sejak awal, Alimmatul Ghoriyah gigih berburu sosok yang siap melatih para siswa dalam waktu terbatas. Akhirnya, dengan sinergi para pelatih ekstrakurikuler lain, ia mengajak para Kafilah Faqih Usman menjadi pembina lomba. Dalam dua pekan, mereka berlatih intensif sebanyak sepuluh kali.

Insania—panggilan akrab Insania Cahyani Dewi—mengaku itu kali pertama dia menjadi pembina. “Baru pertama kali mengajari, Alhamdulillah saya dapat pengalaman banyak dari sini,” ujarnya.

Mendengar nama anak binaannya disebut sebagai salah satu juara, dia hampir tak percaya. “Kayak mimpi. Sempat pesimis tadinya, tapi ternyata Allah berkehendak lain. Teman-teman (Kafilah Faqih Usman) juga senang banget dapat kabar ini,” ungkapnya (3/2/2022).

Menurut Insania, yang menjadi tantangan saat melatih adalah sambatan para siswa yang mengeluh pendeknya durasi latihan. Tapi dia dan timnya bisa memahami karena itu kali pertama mereka menjalani pembinaan intensif untuk lomba. “Namanya juga anak-anak, Alhamdulillah saya dan teman-teman bisa menghadapi itu,” ujarnya lega.

Baca Juga:  Ciri Islam Berkemajuan Versi Prof Syafiq Mughni

Dia pun bersyukur, ternyata ilmu semapornya juga bisa berguna pada siswa Berlian School. “Semoga anak-anak dapat mengembangkan potensi dan bakat terpendam dalam diri mereka,” harapnya.

Intrakurikuler HW

Bicara soal waktu latihan yang terbatas, Khoiro Numsyah awalnya ragu ketika hendak mengikutkan siswa pada lomba ini. Mengingat, selama pandemi dua tahun terakhir, kegiatan intrakurikuler Hizbul Wathan (HW) di Berlian School terpaksa digelar daring.

“Lebih banyak pengenalan teori dasarnya, tapi praktiknya masih belum maksimal karena daring,” terangnya.

Baca Juga:  Sang Juara Lomba Kostum Pejuang Sekolah GKB

Dengan penguatan keluarga besar Berlian School, terutama Waka bidang Pengembangan Pendidikan Farikha SPd dan Koordinator Bina Prestasi Alimmatul Ghoriyah SH, akhirnya Khoiro memutuskan untuk ikut dengan melibatkan tiga sosok pembina dari Kafilah Faqih Usman.

Ke depan, dengan harapan pandemi Covid-19 segera mereda, Khoiro berencana lebih menyeimbangkan antara praktik dengan materi HWnya. Seperti latihan baris-berbaris, semapor, dan tali-temali. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News