Dari kiri search jarum jam: Indah Nur Laila Bramantya, Farisah Azzyati Zakirin, Gita Rinjania Aristy, dan Alesha Sabrina Sakhi Rosyadi. Empat Siswa Berlian Raih Juara Panahan Se-Jatim (red)

Empat Siswa Berlian School Juara Panahan Se-Jatim, laporan Sayyidah Nuriyah, kontributor PWMU.CO Gresik.

PWMU.CO – Ajang Gladen Ageng Milad Ke-5 AAC menjadi saksi kepiawaian siswa SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) dalam panahan jemparing.

Al Fatih Archery Community (AAC) Surabaya bersama Persatuan Panahan Tradisional Indonesia (Perpatri) menggelarnya di Sukarmed Park, Bumi Marinir Karangpilang Surabaya, Ahad (16/1/2022).

Untuk jenjang kelas 1, 2, dan 3 kategori MI/SD se-Jatim, berbekal busur hoursebow, Indah Nur Laila Bramantya kelas III Korea Selatan sukses meraih Titis (juara) 3 Sedangkan Alesha Sabrina Sakhi Rosyadi kelas III Qatar meraih Titis 6.

Untuk jenjang kelas 4, 5, dan 6 kategori MI/SD se-Jatim, Farisah Azzyati Zakirin kelas V Ahmad Dahlan meraih Titis 5. Sedangkan Gita Rinjania Aristy kelas VI Bromo meraih Titis 6.

Pada ajang ini, panahannya menggunakan teknik duduk. Pelatih OST—sebutan populer ekstrakurikuler di Berlian School—Panahan Andik Gunawan menerangkan, “Dulu, awal-awal panahan di Indonesia itu tekniknya duduk.”

Pada zaman kerajaan di Indonesia, lanjutnya, panahan jemparing itu menjadi hiburan para raja dan keluarga kerajaan. Kini, panahan menjadi salah satu pilihan ekstrakurikuler di Berlian School untuk memfasilitasi minat dan mengembangkan keterampilan siswa.

Tak Percaya

Ketika panitia mengumumkan nama mereka menjadi juara, mereka kaget dan tidak percaya. Begitu pula dengan guru pendamping Devi Ratna Savitri SPd dan Andik Gunawan.

Devi masih ingat bagaimana ekspresi bingung mewarnai wajah para siswa ketika mendengar namanya diumumkan jadi pemenang. “Iya ta namaku yang disebut?” ujar Devi menirukan respon para siswa.

“Ketika kami menanyakan lagi ke panitia lomba, baru ekspresi anak-anak senang,” tambah Andik.

Sebelumnya, Indah—panggilan akrab peraih Titis III—sempat pulang karena dirinya tidak menduga lolos ke tahap berikutnya. Begitu panitia menghubungi lewat telepon, orangtua Indah langsung mengantar Indah kembali ke lokasi lomba.

Semangat Berlatih

Andik tak kuasa mengungkap rasa syukur dan terima kasih atas dukungan semua pihak. “Alhamdulillah ini semua berkat semangat anak-anak dalam berlatih dan pantang menyerah dalam lomba,” imbuhnya.

Berulang-kali dia mengucap syukur saat mengingat keterbatasan waktu latihan dan persiapan lomba. Mereka berlatih panahan tradisional di sekolah mulai Selasa (5/1/2022). Biasanya, latihan berlangsung setelah para siswa pulang sekolah, yaitu pukul 15.30 WIB.

“Latihannya singkat, kurang lebih hanya empat kali pertemuan, tapi semangat dari anak-anak untuk berlatih luar biasa, sehingga Allah memberikan hadiah juara,” tutur Andik yang kini juga aktif melatih kuda di mitra dakwah HBA, Giri, Gresik.

Dalam ajang itu, Berlian School mengirim sebelas siswa. Salah satunya adalah M Abid Fachri El Rahman, siswa kelas IV al-Jazari. Ini kali pertama dia ikut lomba panahan. Abid—sapaan akrabnya—mengaku senang bisa ikut lomba.

Olahraga Sunnah

Akhirnya,  Andik mengungkap harapannya. “Anak-anak semakin semangat dalam berlatih memanah dan semoga bisa memberikan prestasi-prestasi berikutnya,” ujarnya.

Atas torehan prestasi ini, Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Fauzuddin Ahmad SPd mengucap selamat atas prestasi yang para siswa raih. “Tetaplah giat berlatih untuk bisa meraih prestasi lebih tinggi,” tuturnya.

Ahmad menegaskan, Berlian School terus fokus mengembangkan ekstrakurikuler panahan sebagai salah satu olahraga yang disunnahkan untuk dikuasai umat Islam. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News