Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Fauzuddin Ahmad SPd di Mugeb Care 2021 (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

PR Baru AUM Pendidikan Golokan dari Mugeb Care 2021; laporan Sayyidah Nuriyah kontributor PWMU.CO dari Berlian School Gresik.

PWMU.CO – PR Baru AUM Pendidikan Golokan di Mugeb Care 2021: Tahun 2024 harus mendirikan SMK Muhammadiyah 7 Golokan. Adalah Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Fauzuddin Ahmad SPd yang memberikannya.

Di Mugeb Care pertama tahun 2017, kata Ahmad, Alhamdulillah sukses mendorong Golokan mendirikan Surya Mart. “Dulu saya beri PR dan terlaksana. Sekarang gedungnya berdiri, muncul Surya Mart dan gedung dakwah yang kita tempati ini,” ungkapnya.

“Sudah pensiun,” celetuk salah satu peserta. “Di Muhammadiyah tidak ada pensiun, Pak. Setelah meninggal baru pensiun,” jawab Ahmad.

Ahmad menerangkan, Dikdasmen PCM GKB akan mendirikan SMK Muhammadiyah 6 GKB. Maka, dia menyarankan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) Golokan mendirikan SMK Muhammadiyah 7 Golokan. “Kenapa kok 7? Kita bermimpi seperi SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi,” terangnya.

Dia menilai, ada peluang membangun SMK Muhammadiyah di Golokan. Ahmad menyatakan, “Potensial sekali mendirikan SMK. Muridnya langsung banyak, Pak. Di tempat ini ide itu kita bangun!” Sebelumnya, Ahmad memberi gambaran peta jalan pendidikan AUM Golokan.

Bergegas Lakukan Kebaikan

Ketika menyampaikan materi bertema “Membangun Ghirah dan Solid Teamwork” di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Golokan itu, Ahmad memandang Mugeb Care sebagai wujud organisasi merdeka. Mugeb melakukan kebaikan tidak hanya untuk diri sendiri, tapi bergerak ke tempat lain, dalam hal ini Golokan. Sehingga harapannya, organisasi di sini bisa lebih maju dan berkembang.

Ahmad lantas menukil surat al-Ashr yang menginspirasinya tentang pergantian hari. “Kalau hari ini belum melakukan kebaikan, segeralah melakukan kebaikan. Bergegas melakukan kebaikan sebanyak-banyaknya agar kebaikan hari itu berlipat ganda,” tuturnya.

Warisan

Ahmad mengingatkan, AUM yang kita tempati adalah warisan dari orangtua kita. “Mereka sudah bekerja keras untuk memberikan warisan,” ungkapnya.

Dia mengibaratkan seperti ketika orangtua menanam pohon durian. Bukan dirinya yang memanen, tapi anak cucunya nanti. “Begitupula dengan orangtua kita. Mereka berharap anak cucunya bisa menghidupi, mengembangkan, dan memajukan AUM warisannya,” ujarnya.

Kemudian, kepada para guru di AUM Muhammadiyah Golokan, Ahmad bertanya apa yang akan diwariskan selanjutnya. Dia lantas membagikan selembar kertas dan meminta para guru menuliskan dua hal. Pertama, selama setahun terhitung sejak Januari 2021, sebutkan tiga prestasi yang sudah diraih.

Ahmad menegaskan, prestasi yang dituliskan tidak harus berupa menjuarai lomba. Prestasi selama setahun inilah wujud komitmen guru terhadap sekolah. “Saya ingin ustad-ustadzah punya komitmen kuat untuk bekerja di Muhammadiyah Golokan. Ini bukti warisan kita sebagai bentuk integritas dan komitmen kita,” ujarnya.

Tulisan itu bersifat rahasia. Artinya, kata Ahmad, yang membaca hanya kepala sekolahnya. “List prestasi ini hadiah untuk kepala sekolah,” terang Ahmad.

Dia menyarankan, kepala sekolah setiap awal tahun bisa menerapkan demikian untuk para gurunya. “Inilah bagian semangat untuk guru-guru. Agar tetap semangat mengajar dan mendidik anak kita, terus memberi prestasi untuk sekolah,” jelas bapak dua anak itu.

Kemudian, Ahmad meminta mereka menuliskan jawaban dari pertanyaan kedua. “Sebutkan tiga hal yang akan bapak ibu lakukan satu tahun ke depan untuk sekolah!” tambahnya. Jawaban itu, kata Ahmad, merupakan ide dari guru yang dibutuhkan kepala sekolah.

Sebagian guru sedang menulis prestasinya (Istimewa/PWMU.CO)

Ghirah Bekerja

Selain itu, Ahmad juga mengajak para guru dan kepala sekolah yang hadir untuk tetap semangat bekerja dengan bersyukur. “Bersyukurlah karena bekerja sebagai guru, karena di luar sana banyak orang yang melamar pekerjaan. Mudah-mudahan tidak menyesal menjadi guru,” tuturnya.

Ahmad pun menyampaikan pesan dalam QS al-Mujadilah ayat 11.
Dia juga mengingatkan, masyarakat memandang derajat guru sangat tinggi. “Maka tetaplah menjadi guru, jangan berpindah ke tempat lain,” imbaunya.

Dia menguatkan, “Tetaplah semangat, ghirah bekerja harus terus semangat. Jangan lelah bekerja. Tetaplah fokus, semangat tinggi! Anda akan dapat pahala besar dan keberkahan.”

Ini berdasar pada HR at-Thabrani, “Sesungguhnya di antara dosa-dosa ada yang tidak bisa dihapus dengan pahala shalat, sedekah, atau haji. Namun hanya bisa ditebus dengan susah payah dalam mencari nafkah.”

Bekerja Sama

Ahmad menegaskan, para guru itu tidak bekerja sendirian. “Seperti bangunan, satu sama lain saling menguatkan. Idenya bisa diberikan ke sekolah,” tutur dia.

“Pastinya kita tidak ingin sekolah kita tinggal nama atau bangunan saja. Maka harus kita dukung siapapun yang terpilih menjadi kepala sekolah. Terus berikan yang terbaik. Yang tua terus mendorong, yang muda mendukung! Jangan sebagai pengerem,” imbuhnya.

Dia lantas menekankan pentingnya kerja sama yang solid. Baik guru maupun kepala sekolah mestinya sama-sama menarik ‘gerobak’ gerbang sekolah agar sama-sama menuju sukses.

Ahmad menganjurkan para guru muda yang punya ilmu untuk diberi kesempatan berbagi ilmunya dan memberikan saran kepada kepala sekolah. “Saling memberi motivasi dan mendorong berkembangnya kreativitas dan motivasi,” ujarnya. Inilah yang menurutnya bisa meningkatkan efektivitas bekerja.

Terlebih, jika sekolah memfasilitasi peningkatan kompetensi. Agar tetap semangat, guru difasilitasi mengikuti pendidikan dan pelatihan, menjadikannya pemateri sharing session, magang di sekolah yang bagus, dan menganjurkan agar mereka mengikuti lomba guru. Dengan cara ini, harapannya, para guru punya etos kerja keras, cerdas, tuntas, dan ikhlas. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News