Dari kiri: Asmaul Husnah SPdI (moderator), Fony Libriastuti MSi, dan Fauzuddin Ahmad SPd (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Begini Sejarah Panggilan Ustadz-Ustadzah di Mugeb School; laporan Sayyidah Nuriyah, kontributor PWMU.CO dari Berlian School.

PWMU.CO – Sejarah Panggilan Ustad-ustadzah di Sekolah Muhammadiyah GKB. Hal ini terungkap saat salah satu peserta dari MI Muhammadiyah Golokan Muhammad Khusnaini SPdI menanyakan asal-usul pemanggilan ustad dan ustadzah.

Fony Libriastuti MSi—Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik periode 2012-2016—menerangkan, panggilan ustadz-ustadzah itu membentuk kepribadian para guru. Sebagai guru, lanjut Fony, harus bisa menjadi contoh bagi para peserta didik maupun guru lainnya.

Dia menegaskan di Mugeb School ada semangat memotivasi diri. “Dengan kita dipanggil ustadz-ustadzah, kita punya motivasi diri harus bisa memantaskan diri dengan panggilan itu,” ujarnya

Fony mencontohkan, kalau awalnya ke luar rumah pakai legging, akhirnya dengan dipanggil ustadzah itu memotivasi dirinya untuk tampil lebih syar’i. Contoh lain, ustadzah yang awalnya kurang mengatur tutur katanya, maka berusaha berucap lebih santun.

Salah satu peserta dari MI Muhammadiyah Golokan Muhammad Khusnaini SPdI (Istimewa/PWMU.CO)

Tantangan Pembiasaan

Dia lantas mengingat saat Berlian School berdiri tahun 2009 yang lalu. Para guru perintis—termasuk kepala sekolah Berlian School pertama almarhumah Idayanti SPd—berharap ada budaya panggilan ustad-ustadzah. “Ayo kita awali Berlian School dengan panggilan ustad dan ustadzah,” cerita dia.

Setelah Berlian School menerapkan budaya itu, Majelis Dikdasmen pun mengimbau tiga sekolah Mugeb School lainnya untuk menerapkan budaya panggilan serupa.

Fony mengungkap penerapan itu tak terlepas dari tantangan. “Membalikkan lidah dari ‘Pak-Bu’ anak-anak itu luar biasa usahanya,” ujarnya.

Meskipun, kata Fony, setiap saat para guru tetap mengarahkan siswa untuk memanggilnya dengan ustad atau ustadzah. Menurutnya, siswa SD lebih mudah diarahkan memanggil ustad-ustadzah. Apalagi jika dari TK Islam yang terbiasa memanggil ustadz-ustadzah.

“Tapi anak SMP lebih susah diarahkan karena enam tahun di SD biasa memanggil Pak dan Bu,” tambah Kepala SMP Muhammadiyah 12 GKB Gresik itu.

“Wali murid malah memanggilnya double, Bu Ustadzah,” ucap Fony sambil tertawa, diikuti tawa peserta di Aula Gedung Dakwah Muhammadiyah Golokan itu, Jumat (31/12/21) pagi.

Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Fauzuddin Ahmad menambahkan, dari Mugeb Care ketiga ini bisa ada hal baru berupa panggilan ustadz-ustadzah yang diterapkan di sekolah Muhammadiyah Golokan.

“Mulai sekarang kita panggil ustadz-ustadzah. Kita benahi diri sebagai pribadi yang Islami. Kalau murid harus hafal juz 30, gurunya juga,” ajak Ahmad.

Walaupun tidak berceramah, kata Ahmad, kita mulai dipanggil ustadz-ustadzah. (*)

Editor Mohammad Nurfatoni


Category: News