Ikwam menyerahkan hadiah untuk para juara lomba membaca nyaring. Lomba Membaca Nyaring Ikwam Berlian Dukung Gerakan Literasi (Anita Firlyando/PWMU.CO)

PWMU.CO – Lomba Membaca Nyaring Ikwam Berlian Dukung Gerakan Literasi. Ikatan Wali Murid (Ikwam) SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) menggelar lomba membaca nyaring spesial untuk para guru Berlian School.

Koordinator Ikwam Bidang Pendidikan Eva Yanti Prihatnasari bersama dua anggotanya Laily Awalina dan Nyimas Indah menggagas lomba tersebut sejak sebulan sebelum Hari Guru Nasional.

Kenapa lomba membaca nyaring? Ini selaras dengan budaya Sekolah Literasi yang Berlian School gaungkan. “Terciptanya lingkungan di sekolah yang mendukung minat baca anak-anak,” tulis tim bidang pendidikan itu di salah satu unggahan Instagram @ikwam.sdm2gkb.

Tak hanya itu, lewat membaca nyaring, mereka berharap dapat mempererat bonding (ikatan) antara guru dan siswa. “Bonding ini penting loh, karena tahu sendiri kan yah pandemi ini benar-benar ngefek ke pola pembelajaran murid dan guru,” lanjutnya.

Kemudian, melalui lomba itu, Ikwam juga berharap para guru dan siswa di lingkungan sekolah bisa terinspirasi. “Menjadi lebih baik melalui membaca nyaring,” imbuhnya.

Perjuangan Kirimkan Karya

Maka, selama tanggal 11-20 November 2021, para guru berlomba-lomba mengirim video membaca nyaring ke WhatsApp salah satu perwakilan Ikwam. Mereka wajib membacakan buku untuk anak-anak seusia sekolah dasar. Tema bukunya bebas, asal durasi membaca maksimal tujuh menit.

Untuk memberi penampilan terbaik, Peraih juara pertama Zaitun Nailiyah SPsi dan peraih juara II Fatma Hajar Islamiyah SPd mengulang proses merekam aksi membaca nyaringnya hingga tiga kali. Mereka mencoba merekam sejak Senin (16/11/2021). Fatma mengaku tidak banyak mengedit videonya, hanya lima menit untuk memberi keterangan nama. Berbeda dengan Lely. Dia mengedit berhari-hari. “Awalnya 22 menit. Terus saya potong-potong jadi 12 menit,” ungkapnya mengingat perjuangannya.

Dia berusaha memangkas videonya sesuai persyaratan yang ditentukan. Sebab, ketika mengonfirmasi pada Ikwam, batas toleransi durasi maksimal 10 menit. “Sempat menyerah, sudah saya ekspor. Lalu saya edit lagi sampai 8 menit,” terangnya.

Sang juara ketiga Devi Ratna Savitri SPd ternyata benar-benar menampilkan aksi terbaiknya. Dia berusaha merekam hingga lebih dari lima kali. “Hari Selasa dari jam 16.00-16.45, pulang sekolah,” tuturnya.

Devi baru sempat mengedit malam harinya. Sebab, sepulang sekolah, Devi membantu ibunya menjaga toko. “(Toko) ibu tutup jam 9 (malam), lah itu mulai mengedit, entah sampai jam berapa. Ketika mengekstrak video, aku tertidur,” ceritanya.

Dari lomba ini, Fatma berharap, “Semoga ini menjadi momen awal untuk mengasah potensi sehingga dapat mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa, khususnya di SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik.”

Baca sambungan di halaman 2: Langkah Nyata Gerakan Literasi


Category: Ikwam , News , Sekolah Literasi

Tags: , ,