Penampilan Cleva Pradiva Putri Trissiyan dan Prima Citra Kharisma Dewanti (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Dua Pelajar Berlian Sabet Medali Perak di Kejuaraan Tapak Suci Internasional. Mereka adalah Cleva Pradiva Putri Trissiyan Kelas IV al-Battani dan Prima Citra Kharisma Dewanti Kelas V Faqih Usman.

Keduanya berhasil meraih juara 2 di ajang “11th Airlangga Championship Tapak Suci International Virtual Open 2021”. Cleva dan Prima mewakili kontingen SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School) pada kategori Seni Ganda Tangan Kosong Putri.

Rutin Berlatih

Sejak 8-12 November 2021, mereka mendaftar dan mengikuti proses technical meeting secara virtual dengan pendampingan Koordinator Olahraga, Seni, dan Teknologi (OST) Alimmatul Ghoriyah SH.

Kata Ima—sapaan akrab Alimmatul Ghoriyah—para siswa rutin berlatih selama sebulan untuk menyiapkan diri dengan matang. “Anak-anak latihan dengan rutin, hampir setiap hari,” ujarnya.

Bahkan, beberapa hari menjelang hari-H perekaman video penampilan para pendekar cilik Tapak Suci pada lomba yang digelar virtual itu, para siswa semakin sungguh-sungguh berlatih. “Sampai larut malam,” ungkap Ima.

Baca Juga:  Ingat Pesan Din Syamsuddin agar Keluarga tanpa KDRT

Meski digelar virtual, Ima mengaku lomba ini menantang. Bersama sang pelatih Emil Salim dan para siswa peserta lomba, mereka memperhatikan semua detail persyaratan. “Pengambilan video penampilan peserta juga harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang digariskan panitia,” terangnya.

Dalam video yang dikirim itu, Cleva dan Prima menampilkan aksinya selama 2 menit. Sejak peluit pertama berbunyi, mereka langsung tampil berhadapan dengan lincah.

Aksi mereka dengan seragam merah bergaris kuning khas Tapak Suci—lengkap dengan aksesorisnya di kepala—terlihat mencolok di tengah matras hijau Padepokan Bina Manggala Tapak Suci Pimda 025 Gresik itu.

Cleva Pradiva Putri Trissiyan (kiri) dan Prima Citra Kharisma Dewanti (Anita Firlyando/PWMU.CO)

Latihan sebagai Kebutuhan

Menjadikan latihan sebagai kebutuhan merupakan kunci utama Emil untuk membakar semangat para siswa agar tetap konsisten berlatih. “Bukan lagi sebagai kewajiban!” ungkapnya.

Baca Juga:  Bentuk Karakter Anak Muda, Tapak Suci Jadi Harapan Bangsa

Dengan begitu, kata dia, tercipta kemauan kuat untuk menjadi seseorang yang benar-benar ahli. Dengan yakin dan optimis, Emil mengatakan, “Pada suatu saat nanti, akan ada waktu dimana seseorang tersebut akan menjadi legenda.”

Di mata Emil, Cleva dan Prima memang berbakat, berkemauan kuat, dan pantang menyerah dalam berusaha. “Bukan hanya mereka saja, tetapi semua peserta yang dari Berlian, ada Azka, Chiba, dan Arya juga demikian,” tambahnya.

Dalam ajang itu, Berlian School juga mengirimkan empat siswa lainnya. Yaitu Azka Nagata kelas IV al-Batani, Aria Jean kelas V Faqih Usman, Chiba Imansyah kelas V Mas Mansur, dan Gaby Maulana IV al-Farabi.

“Mereka semua berlatih dengan keras dan tanpa ada rasa mengeluh sedikit pun, hanya nasib yang belum berpihak kepada mereka,” terang Emil.

Baca Juga:  Hipnotis Wisudawan Spemdalas, Ini Makna Puisi ‘Ibu’ Zawawi Imron
Penampilan leva Pradiva Putri Trissiyan dan Prima Citra Kharisma Dewanti di hadapan juri. (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Bangga dan Bersyukur

Atas torehan prestasi internasional dari cabang olahraga Tapak Suci itu, dengan senyum lebar Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Fauzuddin Ahmad SPd menyampaikan apresiasi. “Selamat bagi Cleva dan Prima, terus semangat berlatih!” ujarnya.

Dengan penuh syukur, Emil pun menyatakan, “Alhamdulillah, saya sangat bangga dengan prestasi yang telah didapatkan Cleva dan Prima!”

Tak hanya Emil, Prima mengungkap perasaan yang sama. “Saya bangga dan senang sekali berhasil menjadi juara 2 dalam kejuaraan ini,” ujar Prima.

Kepada PWMU.CO, Cleva mengatakan, “Meski harus bersusah payah dalam latihan untuk persiapan lomba, saya senang bisa mempersembahkan prestasi. (*)

Penulis Anita Firlyando dan Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni


Category: Fun Learning , News

Tags: ,