Setditjen Kebudayaan Dhianti Afifah Nabila (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Berlian School tuan rumah Pelatihan Seni bagi Guru di Kecamatan Manyar, Ahad (7/11/2021). Pagi itu, dengan protokol kesehatan yang ketat, sebanyak 23 peserta hadir di aula Berlian School.

Kepala TK ABA 40 PPS yang menjabat Kooordinator Panitia Lokal Sanggar Seni Dinamika Ayu Mira ST SPd yakin, Berlian School dapat mendukung penyelenggaraan kegiatan ini.

Mewakili Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB (Berlian School) Gresik yang sedang mengikuti tugas dinas, Muhammad Taufiq MPdI dalam sambutannya menyatakan mendukung penuh pelatihan ini. “Sebagai guru juga harus memiliki jiwa seni,” tutur Taufiq.

Taufiq pun mengucap terima kasih kepada Tim Sanggar Seni Dinamika. “Terima kasih telah percaya kepada kami untuk ditempati acara luar biasa ini, semoga sesuai ekspektasi dan memberikan kenyamanan,” ujarnya.

Terbaik, Mengagumkan!

Kepada PWMU.CO, Ayu—sapaan akrab Ayu Mira—menyampaikan penilaian berdasarkan hasil pantauannya. “Alhamdulillah, kalau dibandingkan kecamatan lain, untuk tempat dan fasilitasnya Insyaallah ini yang terbaik!” ungkapnya.

Ini sejalan dengan penilaian salah satu pemateri yang hadir, aktor teater dan film profesional Rendra Bagus Pamungkas. Rendra menyatakan, dari beberapa kunjungan dia sebelumnya ke sekolah Muhammadiyah di Kabupaten Gresik yang juga dipercaya menjadi lokasi pelatihan seni serupa, Berlian School membuatnya sangat kagum.

Besar dari keluarga dan ortom Muhammadiyah—Tapak Suci—sejak di sekolah dasar, Rendra mengakui tidak semua tempat sekolah Muhammadiyah yang pernah dia singgahi, sudah terkonsep dengan baik.

“Ini beneran toh bisa terkonsep sedemikian rupa, mungkin ini yang dicita-citakan mereka, jadi terharu, senang, sekaligus nggak percaya,” ujar dia sambil menyapukan pandangan ke gedung Berlian School di hadapannya.

Rendra menambahkan, “Menurut saya ini percontohan yang bagus banget! Ini kan di kota, kalau ini diterapkan di desa, wah luar biasa! Karena asrinya bukan lahir by construct, tapi lahir dan bertumbuh bersama anak-anak.”

Aktivis Hizbul Wathan yang dikukuhkan sebagai Ketua Rimata (tingkat wilayah) ketika sekolah di SMA Muhammadiyah Jombang itu merasa nostalgia dengan sekolah Muhammadiyah ketika memberi pelatihan di Berlian School.

Ketua Sanggar Seni Dinamika Wahyu Lazuardi SS (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Pelatihan Spesial

Sejak 17 Oktober 2021, Sanggar Seni Dinamika telah menyelenggarakan pelatihan seni di berbagai kecamatan di Kabupaten Gresik. Di antaranya, Kecamatan Kebomas, Bungah, Dukun, Sidayu, Panceng, Ujungpangkah, Driyorejo, dan Wringinanom. Program ini bagian dari Pelatihan Seni Bagi Guru di 15 kecamatan se-Kabupaten Gresik yang dilaksanakan sampai 5 Desember 2021 nanti.

Pelatihan di Kecamatan Manyar ini tergolong spesial. Jika pada pelatihan-pelatihan sebelumnya, sekali pelatihan untuk dua kecamatan sekaligus, tapi hanya pelatihan di Kecamatan Manyar yang tidak digabung dengan kecamatan lainnya. “Khusus di Kecamatan Manyar!” ungkap Ayu.

Dia menerangkan sebabnya, karena mengundang dari unsur Pemda dan staf Kemdikbud. Selain itu, mendatangkan dua pemateri andal di bidangnya. Di sesi pelatihan pertama—seni teater—ada Rendra Bagus Pamungkas. Dia aktor di beberapa film seperti Wage, Gundala: Negeri Ini Butuh Patriot, Mengejar Embun ke Eropa, dan Lampor: Keranda Terbang.

Kedua, seniman Gresik Sri Wahyuni. Perempuan yang akrab disapa Bu Uyun itu guru seni terbaik ke-2 se-Jawa Timur. Dia pemateri di pelatihan seni musik sesi kedua siang ini.

Peserta dan Tamu Penting

Ketua Sanggar Seni Dinamika Wahyu Lazuardi SS mengucap terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung dan hadir di sana. Pertama, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia yang diwakili Setditjen Kebudayaan Dhianti Afifah Nabila. Hadir pula A Nasrul, sekda yang mewakili pihak pemda.

Selain itu, hadir perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Johar G, anggota Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gresik Nurul Wafiyah, dan perwakilan Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama (NU) Gresik Jazuli.

Peserta mendaftar kepada koordinator lokal di masing-masing kecamatan. Kemudian, memilih pelatihan seni yang diinginkan. Sanggar Seni Dinamika Gresik memfasilitasi dua pelatihan dengan pilihan terbanyak.

Di Kecamatan Manyar ini pemilihannya cukup alot. “Lukis dan teater mendapat poin yang sama, sehingga kita voting ulang untuk mengetahui kebutuhan guru-guru di tiap kecamatan, dan pemenangnya adalah teater,” jelas dia.

Wakil Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Muhammad Taufiq MPdI (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Sekditjen Kemdikbudristek Buka Acara

Sebelum membuka acara, Bella—sapaan akrabnya—dalam sambutannya menyatakan, kegiatan ini mendapat pembiayaan dari program Fasilitasi Kegiatan Kesenian. “Tujuannya itu sebagai stimulasi masyarakat melaksanakan kegiatan yang mendorong ekosistem kebudayaan,” ujarnya.

Maka, pihaknya berharap kegiatan pelatihan seni serupa terus berlanjut. Apalagi, kegiatan ini pertama kalinya di Kabupaten Gresik. Verifikator lapangan untuk Sanggar Seni Dinamika Gresik itu menyatakan kagum dengan Uyun selaku pembina sanggar itu. “Semangat beliau memajukan kebudayaan itu luar biasa!” tuturnya.

Dalam proses verifikasi untuk mewujudkan program ini, Bella ingat bagaimana Uyun menceritakan kondisi kebudayaan di Gresik, terutama di sekolah-sekolah yang memiliki potensi dalam kebudayaan. Bella mengungkap, “Animo anak-anak sebenarnya sangat tinggi, namun guru-guru seni masih kesulitan membina mereka.”

Mendengar itu, dia menilai sangat urgent untuk dibantu. “Alhamdulillah bisa membantu,” terangnya, lantas seisi ruangan bertepuk tangan. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni


Category: Uncategorized