Water Sanitation and Hygiene Officer Unicef Indonesia Muhammad Afrianto Kurniawan ST MSc. Officer Unicef Ajak Siswa Berlian School Jadi Duta Cuci Tangan (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

PWMU.CO – Officer Unicef Ajak Siswa Berlian School Jadi Duta Cuci Tangan dalam Peringati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) Sedunia.

Kepada ratusan siswa SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik (Berlian School), Water Sanitation and Hygiene Officer Unicef Indonesia Muhammad Afrianto Kurniawan ST MSc mengatakan, “Kita sama-sama melakukan aksi hari ini, jadi duta cuci tangan pakai sabun!”

Dengan gaya jenakanya yang khas, Afri sukses membangkitkan antusiasme siswa. Dia memulai materi dengan bertanya, “Setiap tanggal 15 Oktober, kita merayakan apa ya?”

“Satu, kita merayakan hari cuci baju seminggu atau dua, kita merayakan hari cuci tangan pakai sabun sedunia, ya? Ditulis angkanya aja!” tambahnya.

Deretan jawaban angka 2 dari para siswa segera muncul di kolom komentar Zoom Meeting. ” Betul ya! Sejak 2009 lalu, di seluruh dunia sudah diluncurkan gerakan bersama untuk cuci tangan pakai sabun,” terangnya. Kemudian dia menegaskan, setiap 15 Oktober, kita rayakan CTPS di air mengalir menjadi budaya kita.

Empat Alasan Harus CTPS 

Afri pun menampilkan ilustrasi bayi menangis. Ada tangan orang dewasa mau memberi nasi ke bayinya. “Kenapa ya, nggak mau dikasih makan? Nggak enak makanannya? Padahal bergizi, lho!” ucap dia. Lalu dia menerangkan, tangan itu memang penuh dengan kotoran berwarna kuning.

Ketika dia mengajak siswa menunjukkan kedua telapak tangannya menghadap layar masing-masing, siswa serentak mengikutinya. Melihat layar di hadapannya penuh dengan tangan-tangan kecil yang bersih, Afri berkomentar, “Wah, pada bersih, ya! Mantap, nih teman-teman Berlian School!”

“Tidak seperti tangan di layar ya. Sepertinya habis dari toilet lupa cuci tangan,” imbuhnya. Para siswa tampak tertawa melihatnya.

Dalam kesempatan itu, Afri menerangkan kenapa perlu cuci tangan pakai sabun. Pertama, menghindari diare. Kedua, mencegah Covid-19. Ketiga, mencegah ISPA. “Ada yang tahu ISPA?” tanya Afri.

Jawaban Haikal Akbar kelas VI Everest langsung muncul di kolom komentar dalam hitungan detik, “Infeksi saluran pernapasan akut.”

Berselang dua detik, jawaban Kevin Putra Fahardika dari VI Fuji meralat singkatan terakhirnya adalah ‘atas’. Pria berkaos biru Unicef itu membenarkan jawaban Kevin.

Keempat, tangan bersih. “Kalau tangan kita bersih dan mau jabat tangan dengan ustad-ustadzahnya, pasti mau ya! Kalau kotor? Pasti nggak mau, apalagi teman-teman kita!” tuturnya.

Tak Cuci Tangan, Jutaan Anak Meninggal 

Dalam Sharing Session bersama Unicef yang Berlian School gelar untuk memperingati Hari CTPS Sedunia itu, Afri menyajikan delapan alternatif video untuk ditonton bersama. Video Unicef itu dari berbagai negara.

Antara lain, hand washing dance dari Jepang, hand hygiene for all dari USA, the wiggles hand washing song dari Australia, global washing day rap dari Papua Nugini, dan cuci tangan pakai sabun bersama Abdul.

Karena keterbatasan waktu, Afri meminta siswa vote di kolom komentar. Ternyata, banyak siswa memilih video dari Jepang. Maka tampak pria asal Jepang mencuci tangan sambil menari lincah.

Di tengah keterbatasan waktu itu, Afri menampilkan video cuci tangan bersama Abdul. Abdul anak kreatif. Dia menghias galon dengan bebek agar cuci tangan lebih menyenangkan. Ibu Abdul menyampaikan beberapa pesan. Di antaranya, cuci tangan sebelum makan dan setelah buang air besar di jamban.

Afri mengungkap banyak anak meninggal akibat tidak cuci tangan. “Setiap tahun, jutaan anak, terutama balita di seluruh dunia meninggal akibat diare. Padahal, ada cara mudah dan murah untuk mencegahnya. Cukup cuci tangan pakai sabun!” tuturnya.

Cuplikan video hand washing dance dari Jepang (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Setara Dua Lagu Happy Birthday! 

Afri pun menerangkan praktik cara CTPS yang benar. Salah satunya, menggunakan sabun dan usap seluruh permukaan tangan termasuk sela jari dan kuku. “Selama 20 detik atau kita bisa nyanyi happy birthday dua kali!” ajaknya.

Dia menyatakan boleh CTPS lebih dari 20 detik, hingga semenit. Tapi kalau sampai sejam, lanjutnya, tangannya bisa lecet. “Jangan terlalu lama!” imbaunya.

Dia juga meluruskan, tidak apa jika tidak berurutan. “Boleh dari punggung tangannya dulu, yang penting seluruh permukaan kena,” ujarnya.

“Kenapa harus dengan air mengalir?” tanya dia. “Supaya kuman yang menempel bersama sabun itu mengalir bersama airnya,” jelasnya.

“Teman-teman, ayo jadi duta cuci tangan! Semua pakai sabun. Cuci tangan pakai sabun di air mengalir itu budaya kita!” ucapnya. Seluruh siswa langsung mengangkat tangan ketika Afri bertanya siapa yang mau jadi duta cuci tangan.

Kegiatan ini bagian dari rangkaian Gebyar Aksi 10.10, Jumat (15/10/2021). Sebelumnya, Ikwam Berlian School meluncurkan sabun ramah lingkungan untuk para siswa.

Perwakilan Ikwam Seksi Lingkungan Bunda Hasmiati—wali siswa Evan Abhista—dan Bunda Desari—wali siswa Zahra Ratifah—menyerahkan secara simbolik kepada Kepala SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik Fauzuddin Ahmad SPd. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni


Category: Uncategorized