Khallafin Sabiqul Hinamb yang memborong 18 Kupon di Big Sale 10.10 (Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

 

PWMU.CO – Big Sale 10.10, Bazar Hybrid ala Berlian School. Keseruan berburu produk bazar spesial di bulan Oktober—bulan ke-10—tidak hanya dirasakan secara langsung di sekolah. Siswa bersama keluarganya di rumah juga bisa memantau secara virtual, Sabtu (16/10/2021) pagi.

Di tengah pandemi ini,  Berlian School menggelar bazar secara hybrid. Sambil menunggu giliran jadwal berbelanja langsung di sekolah, siswa bisa memantau di Zoom. Sejak proses persiapan, hingga proses transaksi jual-beli berlangsung.

Dua guru—Nurul Qomariyah SPd dan Nur Hakiky SPd—memandu mereka dengan ceria. Mulai dari menginfokan lokasi setiap stan di bagian barat, lokasi pameran, hingga lokasi photobooth yang ada di sisi timur.

Borong 18 Kupon

Di tengah siswa yang asyik bertransaksi jual-beli, ada seorang siswa yang gesit berkeliling menukarkan kuponnya. Dia berpindah dari satu stan ke stan lainnya. Sambil menenteng beberapa tas, dia berdiri sejenak di depan salah satu stan guna mencari kupon dengan gambar yang sesuai.

Ternyata, Khallafin Sabiqul Hinamb—siswa Kelas V Faqih Ustman memborong 18 kupon. Dia menyeka keringat di dahi dengan lengannya, sebab tangan kanan-kirinya penuh dengan belanjaan.

Usai menukar setengah kuponnya, Abiq—sapaan akrabnya—titip belanjaannya di samping stan Izar, adiknya. Dia menyatakan, di antara 18 kupon itu, 9 di antaranya ada kupon sang adik: Izar. Tapi karena Izar masih sibuk menjaga stannya, maka dia yang bantu menukarkan kupon.

“Enggih, kemarin belanja 18 kupon,” terang ibunya sambil menyematkan 3 emoji tersenyum (17/10/21). “Yang 5 titipan tetangga, pada antusias bazarnya Berlian School,” ungkapnya.

Pemandu Big Sale 10.10 Nurul Qomariyah (kiri) dan Nur Hakiky (Tangkapan layar Sayyidah Nuriyah/PWMU.CO)

Kesempatan Bertemu Teman

Di deretan meja seberang, siswa kelas V Malihah Ratu Anneira yang bertugas menjaga stand duduk ditemani ibunya. Mereka menunggu kedatangan sang pemasok produk.

Tak lama, wajah mereka berseri-seri. Mereka langsung berdiri menyambut seorang teman dan ibunya yang datang dengan langkah cepat sambil membawa produk yang akan dijual.

Ternyata, ini pertemuan tatap muka pertama mereka di sepanjang pandemi. “Akhirnya bertemu, biasanya hanya lewat HP ketemunya,” ujar ibu Malihah. Setelah menata produk, mereka berpamitan. Tinggallah siswa kelas V itu menanti kedatangan pembeli pertamanya.

Big Sale 10.10 tidak hanya menciptakan momen pertemuan antar wali siswa, tapi juga pertemuan antarsiswa. Bulan ini memang mereka belajar di sekolah, tapi masih bergantian jadwalnya.

Siswa VI Bromo Aira Havara Azzahra mengaku senang usai berbelanja. Bukan cuma karena telah menemukan makanan dan minuman yang dia beli, tapi juga karena bertemu temannya: Amira Ardia Putri Amarany kelas VI Fuji. “Yeay, ketemu Amira!” soraknya riang.

Amira juga tak kalah antusias. Dia menyatakan, “Semangat banget (datang ke bazar). Dari jam 5 sudah bangun, sholat, mandi, nungguin ini.”  Sambil menunjukkan Choco drink dan Ayam Ricis yang dia beli, dia menambahkan, “Sudah lihat-lihat pameran karya OST (ekstrakurikuler) juga, seneng ketemu teman di sini!”

Pameran Karya Siswa

Di bagian timur area bazar, memang ada meja panjang yang memamerkan karya OST Handycraft. Ada alat kesehatan mulai dari suntikan, stetoskop, hingga obat yang terbuat dari flanel.

Aneka kreasi batik dan potongan flanel beragam bentuk juga menghiasi tas gitar. “Insyaallah tas gitar kreasi OST Handycraft ini bisa dimanfaatkan untuk OST musik,” terang Koordinator OST Alimmatul Ghoriyah SH.

Usai berbelanja, Amira dan Aira langsung berpamitan pulang ke rumah masing-masing dengan mengendarai sepeda. Mereka tak sabar menikmati hasil seruan mereka di Big Sale 10.10 bersama keluarganya di rumah. (*)

Penulis Sayyidah Nuriyah Editor Mohammad Nurfatoni


Category: Uncategorized