Komunikasi Efektif dengan 6W+1H, formulasi komunikasi efektif dalam pendidikan jarak jauh (PJJ) ini yang dibahas dalam pelatihan wali kelas di Berlian School pada Rabu, (30/12/2020).

Ika Famila Sari SPsi, Ketua Pusat Layanan Psikologi Konseling (PLPK) SMA Muhammadiyah 10 GKB Gresik, menyampaikan, 6W+1H ini menjadi landasan dalam memposisikan diri selama berkomunikasi agar berjalan dengan efektif dan komunikatif.

“6W + 1H itu meliputi What, Who, Whom, What Effect, When, Which, dan How,” jelasnya.

Formulasi tersebut, tambahnya, dapat digunakan dan membantu selama PJJ berlangsung, mengingat belum dapat berlangsungnya pembelajaran langsung.

Pelatihan wali kelas ini menjadi moment yang diperuntukkan bagi seluruh wali kelas SD Muhammadiyah 2 GKB Gresik untuk dapat memperoleh jawaban atas evaluasi PJJ dalam konferensi wali kelas yang telah dilaksanakan 16-17 Desember 2020 lalu.

Pelatihan yang dibuka dengan game dengan merepresentasikan perbandingan pembelajaran langsung dan pembelajaran jarak jauh.

Dipimpin langsung oleh pemateri, game berjalan dengan baik sesuai dengan makna yang hendak digambarkan.

Ustadzah Ika, sapaan akrabnya menyampaikan game kalimat berantai menggambarkan pembelajaran langsung dimana suara guru langsung tersampaikan kepada siswa.

“Sedangkan gambar berantai menggambarkan pembelajaran jarak jauh dimana materi pembelajaran disampaikan melalui media pendukung seperti gadget dan membutuhkan peran orangtua sebagai perantara informasi,” ujarnya.

Dari kedua game tersebut, jelasnya, masih ada informasi yang tidak dapat tersampaikan dengan sempurna, artinya wali kelas perlu memahami terkait alur komunikasi yang tepat pada saat pembelajaran langsung maupun tidak langsung.

“Kedua game tersebut menjadi penyadaran akan pentingnya penerapan formulasi 6W + 1H dalam komunikasi jarak jauh,” katanya.

Sehingga, tambahnya, apa yang disampaikan dalam proses belajar mengajar dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.

Guru BK Smamio itu menyampaikan, apa yang kini tengah dihadapi semua anak didik kita, baik kejenuhan maupun menurunnya motivasi belajar dapat diminimalisir dengan melibatkan peran orangtua sebagai figur yang dekat dengan siswa.

“Komunikasi guru dengan orangtua hendaknya dalam ruang lingkup saling memberikan informasi dan motivasi,” jelasnya.

Orangtua memberikan informasi terkait proses dan progres belajar anak selama di rumah dan guru memberikan motivasi serta mengupayakan pembelajaran yang menyenangkan.

Sementara itu, Nur Hamidah SPd, Wakil Kepada Sekolah Bidang Kesiswaan menyampaikan dalam sambutannya “forum pelatihan wali kelas ini dibuka seluas-luasnya ruang diskusi dan komunikasi antar wali kelas dan juga pemateri guna menghadirkan wawasan baru terkait peningkatan efektivitas komunikasi di tengah PJJ.”

Penulis : Fatma Hajar Islamiyah


Category: Uncategorized